Lagi-lagi ular….
Sabtu pagi kemarin saya menggunakan sikat kamar mandi untuk
membersihkan kasa parabola. Tiba-tiba,
tampak benda lunak semacam cacing.
Langkah tangan pun terhenti.
Mamperhatikan benda yang makin tampak bukan sekedar cacing.
Ketika diperhatikan lebih detail, tampaklah jelas bahwa
benda yang menjulur dari sikat plastik itu bukanlah seekor cacing. Ular…!
Hmm. Selasa, kamis
senja dan sabtu pagi jeput…. Dua hari
sekali saya bertindak bak pawang ular.
Pada saat menangani ular yang datang di bathtub selasa pagi, lumayan
memakan waktu untuk memasukkannya ke dalam botol. Kamis menjelang maghrib, tak sampai lima
menit ular yang tampak ganas dan beringas itu ular telah harus melanjutkan
kegarangannnya di dalam botol. Kali ini,
sama sekali belum menyentuh angka menit, seekor ular telah masuk dalam botol.
Tetapi, saya tak mau jadi pawang ular…. Tidak terbetik sedikitpun dalam cita-cita
masa kecil. Apalagi ular sekarang
semakin langka. Biarkan pekerjaan
menjadi pawang ular tetap untuk mereka yang selama ini mewarisi keahlian dari
orangtuanya saja serta menjadi jalan rezeki yang diberkahi-Nya. Aamiin YRA.
Oleh karena itu melalui tulisan ini, dengan kerendahan hati
dan niat dari lubuk terdalam, saya mohon bantuan dan do’a dari semua pembaca,
baik langsung maupun tidak langsung, agar siapapun --yang menginginkan ular itu
hadir di rumah kami, rumah teman-teman kami ataupun telah menjadikan berbagai
hal musykil dan ghaib lainnya harus hadir bersama kami-- kiranya segera dapat menghentikan
langkah sesatnya. Aamiin YRA.
Terimakasih sebelumnya….
Semoga Allah swt mencatat segalanya sebagai amal teman terbaik saat
menghadap-Nya. Aamiin YRA.
Kami tahu sesungguhnya setiap manusia punya sisi baik dari
Yang Maha Baik. Kalau ada kekhilafan tentu
itulah sifat manusianya, yang bisa saja tergoda dalam melangkah. Namun kami percaya Yang Maha Bijak akan
segera menunjukkan ke-Maha Baik-an-Ny
Aamiin YRA.