Minggu, 24 November 2013

Ular, Ular dan Ular



 

Lagi-lagi ular….

Sabtu pagi kemarin saya menggunakan sikat kamar mandi untuk membersihkan kasa parabola.  Tiba-tiba, tampak benda lunak semacam cacing.  Langkah tangan pun terhenti.  Mamperhatikan benda yang makin tampak bukan sekedar cacing.

Ketika diperhatikan lebih detail, tampaklah jelas bahwa benda yang menjulur dari sikat plastik itu bukanlah seekor cacing.  Ular…!

Hmm.  Selasa, kamis senja dan sabtu pagi jeput….  Dua hari sekali saya bertindak bak pawang ular.  Pada saat menangani ular yang datang di bathtub selasa pagi, lumayan memakan waktu untuk memasukkannya ke dalam botol.  Kamis menjelang maghrib, tak sampai lima menit ular yang tampak ganas dan beringas itu ular telah harus melanjutkan kegarangannnya di dalam botol.  Kali ini, sama sekali belum menyentuh angka menit, seekor ular telah masuk dalam botol.

Tetapi, saya tak mau jadi pawang ular….  Tidak terbetik sedikitpun dalam cita-cita masa kecil.  Apalagi ular sekarang semakin langka.  Biarkan pekerjaan menjadi pawang ular tetap untuk mereka yang selama ini mewarisi keahlian dari orangtuanya saja serta menjadi jalan rezeki yang diberkahi-Nya.  Aamiin YRA.

Oleh karena itu melalui tulisan ini, dengan kerendahan hati dan niat dari lubuk terdalam, saya mohon bantuan dan do’a dari semua pembaca, baik langsung maupun tidak langsung, agar siapapun --yang menginginkan ular itu hadir di rumah kami, rumah teman-teman kami ataupun telah menjadikan berbagai hal musykil dan ghaib lainnya harus hadir bersama kami-- kiranya segera dapat menghentikan langkah sesatnya.  Aamiin YRA.

Terimakasih sebelumnya….  Semoga Allah swt mencatat segalanya sebagai amal teman terbaik saat menghadap-Nya.  Aamiin YRA.

Kami tahu sesungguhnya setiap manusia punya sisi baik dari Yang Maha Baik.  Kalau ada kekhilafan tentu itulah sifat manusianya, yang bisa saja tergoda dalam melangkah.  Namun kami percaya Yang Maha Bijak akan segera menunjukkan ke-Maha Baik-an-Ny  Aamiin YRA.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar