DARE TO FAIL, judul buku yang tiba-tiba juga sangat menarik perhatian saya. Lagi-lagi buku itu sebenarnya bukan barang baru. Buku ini bernaman Indonesia “BERANI GAGAL A sampai Z” terbitan PT Elex Media Komputindo, tahun 2003. Sekali lagi, belinya juga di BBM Gramedia Group.
Buku karangan pria berpenampilan unik itu, Billi P. S. Lim, merupakan buku yang sangat berbeda pada umumnya. Isinya bukan tentang keberhasilan tetapi tentang “keberanian menghadapi” yang sering dilupakan karena kehadirannya tidak pernah diharapkan.
Uniknya rangkaian “kebaranian menghadapi kegagalan” dalam buku ini disusun alfabetik, ATOZ, A to Z, dari A sampai Z. Diuraikan dalam dua bahasa, dibahasa Indonesiakan oleh Andre W.
Ke-27 dalam menghadapi kejadian yang tidak diharapkan tersebut adalah sebagai berikut :
A. “Achievers fail more times than non-achievers.”
“Orang yang berhasil mengalami lebih banyak kegagalan daripada mereka yang tidak berhasil.”
B. “Bounce back. Everybody trips once in a while. It’s whether you bounce back that counts.”
“Bangkitlah. Setiap orang pernah gagal sesekali. Yang penting Anda harus bangkit.”
C. “Conquer your fears through action. You don’t know what you can’t do until you do it.”
“Taklukan rasa takuy melalui tindakan. Anda tidak tahu apa yang tidak dapat Anda lakukan sampai Anda melakukannya.”
D. “Detach Yourself. When something fails, it’s the event that fails, not you.”
“Bebaskan diri. Ketika gagal, yang gagal itu peristiwanya, bukan Anda.”
E. “Enjoy failure – it’s part of life’s experiences. People who only succeed and never fail experience only half of life.”
“Nikmati kegagalan – justeru itu bagian dari pengalaman hidup. Orang yang hanya mengalami sukses dan tidak pernah gagal hanya mengalami separuh kehidupan.”
F. “Failing in the past does not mean you will fail again in the future.”
“Gagal di masa lalu tidak berarti Anda gagal lagi di kemudian hari.”
G. “God must have loved failures, otherwise why are there more failures than successful people?”
“Tuhan pasti mencintai orang gagal, kalau tidak mengapa ada lebih banyak orang gagal daripada orang sukses ?”
H. “Hold fast to your dreams. Do not let hardship, frustrations or disappointments distract you from your goals.”
“Pertahankan mimpi Anda. Jangan biarkan kesedihan, frustrasi dan kekecewaan menjauhkan Anda dari tujuan.”
I. “Innovate and come up with new ideas when the old ones no longer work. Revise your plans to adapt to new challenges.”
“Inovatiflah dan munculkan ide baru saat ide lama tidak lagi bekerja. Perbaharui rencana Anda untuk bisa beradaptasi dengan tantangan baru.”
J. “Jot down all your ideas and thoughts no matter how crazy they may seem to be. People are called ‘crank’ until their ideas succeed.”
“Tuangkan semua ide dan pemikiran Anda, tak peduli betapa gila tampaknya. Orang disebut ‘sinting’ sampai idenya sukses.”
K. “Know yourself – we are engineered to overcome all odds and obstacles.”
“Kenali diri Anda – kita dirancang untuk mengatasi semua hambatan dan masalah.”
L. “Learn from the failures of others and laugh at your own.”
“Belajarlah dari kegagalan orang lain dan tertawailah kegagalan diri sendiri.”
M. “Mistakes are the toll fees we may have to pay in order to break new limits.”
“Kesalahan adalah biaya tol yang mungkin harus kita bayar untuk memecahkan batasan baru.”
N. “Nobody is free from failures in this world. Only those do nothing worthwhile never fail.”
“Tak seorang pun bebas dari kegagalan di dunia ini. Hanya mereka yang tidak melakukan sesuatu yang berharga tidak pernah gagal.”
O. “Open your eyes, your mind and your heart to opportunities all the time. There are more opportunities today than in any other time in the history mankind.”
“Buka mata, pikiran dan hati Anda pada setiap peluang dan setiap waktu. Ada banyak peluang hari ini daripada waktu lain yang pernah ada dalam sejarah manusia.”
P. “Prepare yourself for all eventualities when you fail. You may have to eat ‘instant’ noodles for breakfast, lunch and dinner.”
“Siapkan diri Anda untuk setiap kemungkinan jika gagal. Anda mungkin harus makan mi instan untuk sarapan, makan siang dan makan malam.”
Q. “Uitters never win. Winners never quit. People don’t fail, they quit.”
“Yang mundur tidak pernah menang. Yang menang tidak pernah mundur. Orang tidak pernah gagal, mereka mundur.”
R. “Risk - People who never fail may have not taken enough risk.”
“Resiko – orang yang tidak pernah gagal mungkin belum mengambil resiko yang cukup.”
S. “Success is at the far side of failure. We always pass a patch called ‘failure’ on our way to success.”
“Sukses terletak di seberang kegagalan, Kita selalu harus melintasi jalan bernama ‘kegagalan’ dalam perjalanan menuju sukses.”
T. “Trying and failing in something is far better than doing and succeeding in nothing.”
“Mencoba dan gagal jauh lebih baik daripada tidak melakukan sesuatu dan sukses.”
U. “Understands that people will blame you for your failures or mistakes – it’s normal. Rejections and criticism are the baptism of fire that make men great.”
“Pahami bahwa orang akan menyalahkan Anda atas kegagalan dan kesalahan Anda – itu normal. Penolakan dan kritikan adalah baptisan api yang menghasilkan orang besar.”
V. “Value your life, never commit suicide. So long as you are alive, there’s always another chance.”
“Hargai hidup Anda, jangan pernah bunuh diri. Selama Anda hidup, selalu ada kesempatan lain.”
W. “Wisdom is the highest reward of failing. There is always something to be gained from everything we experienced. Nothing is ever lost.”
“Kebijaksanaan adalah hadiah paling besar dari kegagalan. Selalu ada yang diraih dari sesuatu yang kita alami. Sebenarnya tidak pernah ada yang hilang.”
X. “X-ray and examine where you went wrong and take a new approach more intelligently.”
“Perhatikan dan pelajari dimana Anda pernah salah dan lakukan pendekatan baru secara lebih cerdik.”
Y. “You and I are responsible for our failures and successes, nobody else is.”
“Anda dan saya bertanggungjawab atas kegagalan dan kesuksesan kita. Bukan orang lain.”
Z. “Zap back your energy and try again with different methods, different approaches, from different directions or in different fields.”
“Kumpulkan kembali kekuattan Anda dan coba lagi dengan metode yang berbeda, pendekatan yang berbeda, dari arah atau medan yang berbeda.”
Semua uraian di atas merupakan obat yang ampuh dalam menghadapi kegagalan yang selalu ada di antara sedikit kesuksesan yang beredar di alam raya ini.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Kamis, 27 Mei 2010
RAHASIA KEMAKMURAN
Sebuah buku kecil, terlalu kecil juga untuk disebut sebagai buku saku, tetapi isinya sungguh menggugah se-gudang rasa, mengguncang se-gunung ego, menghanyutkan se-laut kalut, ….
Sudah lebih dari 5 tahun buku itu hanya menjadi bagian dari pustaka pribadi, tenggelam dalam tumpukan buku dan majalah. Seperti buku lainnya, kalau pernah sekali dibaca sampai selesai adalah sebuah keuntungan semata.
Entah mengapa, tengah malam itu tiba-tiba saya ingin sekali meraihnya. Membaca halaman demi halaman tanpa henti dan mengulanginya berulang kali. Sampai akhirnya bedug subuh pun bertalu.
Luluh lantaklah segala galau di hati, ego di dada, gundah di kepala, …. Semua menjadi begitu tenang. Hidup menjadi lebih indah untuk dinikmati.
Buku kecil dan tipis itu karya J. Donald Walters, berjudul Secrets of Prosperity (terjemahan D.M. Yupinandari, diterbitkan PT Elex Media Komputindo tahun 2002). Sebenarnya merupakan sebuah buku untuk renungan harian, tetapi sekalilagi, saya melahapnya berulang-ulang tanpa bosan.
Buku mungil itu merupakan salah satu dari ratusan buku yang saya beli pada acara Bursa Buku Murah (BBM) yang diselenggarakan Gramedia Group di Kota Bandung. Acara yang waktu itu masih sangatlah langka. Saat itu, harga buku masih di dunia lain, sangat mahal. Sementara di acara itu, 3 buku bisa diperoleh hanya dengan merogoh kocek Rp. 10.000,-.
Buku yang cukup untuk dimasukkan dalam amplop kecil itu sempat mengecoh panitia yang juga menginginkan untuk memilikinya. Beliau kaget ada buku sangat menggugah itu diantara tumpukan buku yang dijajakan murah-meriah.
Buku kecil itu terlalu sayang kalau harus beralih tangan. Apalagi hanya mengisi rak buku tanpa disentuh. Saya selalu ingin meraihnya, setiap saat bisa.
Oleh karena itu saya sampaikan permohonan yang sangat dalam kepada Pengarang, Penerjemah dan Penerbit, untuk menjadikan isi buku itu sebagai bagian dari bahan renungan pribadi dan membagikannya kepada yang membutuhkan.
Saya yakin, akan banyak sekali orang yang dalam hidupnya membutuhkan apa yang ada dalam buku itu tetapi sangat sulit mendapatkan buku kecil itu. Atau bahkan tidak tahu sama sekali.
Saya percaya bahwa semua isi buku itu menjadi bagian amal ibadah yang akan membawa semua yang terlibat di dalamnya mencapai kemakmuran yang sebenarnya. Kemakmuran syurga sebagaimana dijanjikan-Nya. Kemakmuran abadi di sisi Tuhan Yang Maha Pencipta.
31 Renungan dari J. Donald Walters yang sangat berharga itu (sebenarnya untuk satu bulan) adalah sebagai berikut :
1. Rahasia Kemakmuran adalah kepuasan hati, dan bukannya rekening bank.
2. Rahasia Kemakmuran adalah kebahagiaan, karena ketekunan yang dilandasi kebahagiaan membuahkan kemakmuran. Kebahagiaan itu pula yang menjadi definisi paling tepat untuk kemakmuran.
3. Rahasia Kemakmuran adalah kemurahan hati, karena dengan membagikan kepada sesama anugerah yang kita terima dalam hidup, kita juga akan menerima berkat yang melimpah.
4. Rahasia Kemakmuran adalah mensyukuri semua kebaikan orang lain sebagai limpahan rahmat dalam diri Anda.
5. Rahasia Kemakmuran adalah pemahaman akan bagian yang Anda mainkan dalam Simfoni Kehidupan. Oleh karena hidup akan menopang Anda, apabila Anda menyeleraskan dengan harmoninya.
6. Rahasia Kemakmuran adalah menjalani dan menikmati irama kehidupan yang senantiasa berubah, dan bukan justeru menantangnya.
7. Rahasia Kemakmuran adalah melihat kembali segala rintangan yang Anda hadapi dalam hidup ini untuk menemukan celah-celah kesempatan di balik rintangan itu.
8. Rahasia Kemakmuran adalah melihat kegagalan bukan sebagai kemalangan.
9. Rahasia Kemakmuran adalah membuat variasi : bukan hanya membuat variasi investasi keuangan Anda, yang layak disebut sebagai penasehat keuangan yang terpercaya, tetapi –lebih penting lagi- membuat variasi investasi energy Anda. Kembangkanlah ide-ide segar, minat yang segar, dan pertimbangan-pertimbangan yang segar untuk menikmati hidup Anda.
10. Rahasia Kemakmuran adalah kepercayaan –kepada diri Anda sendiri, kepada sesama, dan juga kepada rahmat kehidupan.
11. Rahasia Kemakmuran adalah mematahkan hipnotis pembatasan diri. Keberhasilan yang telah diraih seseorang dapat pula diraih oleh orang lain –dengan cara mereka sendiri- dengan tersedianya waktu yang cukup, dedikasi, dan energy yang terfokus.
12. Rahasia Kemakmuran adalah tidak menyia-nyiakan energy untuk hal-hal yang remeh. Keran air yang bocor, setetes demi setetes, akan membuang bergalon-galon air.
13. Rahasia Kemakmuran adalah menemukan kegembiraan dalam kesederhanaan.
14. Rahasia Kemakmuran adalah perpengharapan positif, yang didukung oleh kemauan yang dinamis.
15. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa semua orang dapat menjadi investasi Anda yang terbaik. Jadilah teman sejati bagi sesama.
16. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa semua yang Anda miliki menaruh kepercayaan kepada Anda. Jagalah semua itu dengan penuh tanggungjawab. Jika Anda menyalahgunakannya, kepercayaan itu akan beralih ke orang lain.
17. Rahasia Kemakmuran adalah menemukan kekuatan dalam diri Anda. Jangan menunggu gelombang datang mendorong Anda ke depan.
18. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa seseorang tidak mampu meraih kemakmuran dari penindasan terhadap orang lain. Kasihilah sesama Anda. Pengembangan jati diri merupakan sebuah tanda kemakmuran, dan juga sebuah syarat untuk mencapainya.
19. Rahasia Kemakmuran adalah mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan; membantu mereka, namun yang terpenting, membantu mereka untuk menolong diri mereka sendiri.
20. Rahasia Kemakmuran adalah berpikiran sehat : jangan bergantung kepada keberuntungan, tetapi pada kenyataan dari setiap kondisi yang Anda hadapi. Hanya dengan langkah-langkah yang nyata Anda dapat mengubah hal-hal yang mustahil menjadi kenyataan.
21. Rahasia Kemakmuran adalah mengingat bahwa : Semakin tinggi gunung, semakin besar usaha yang diperlukan untuk menaklukkannya. Kesuksesan bukanlah untuk mereka yang berhati lemah, tetapi untuk mereka yang tidak mengenal kata lelah hingga mereka mampu meraih cita-cita .
22. Rahasia Kemakmuran adalah kesediaan untuk mengorbankan hal-hal yang tidak penting demi segala sesuatu yang penting.
23. Rahasia Kemakmuran adalah hidup dalam realitas saat ini : tidak dalam keterpurukan pencapaian masa lalu, tidak pula dalam kegemilangan bagayangan masa depan.
24. Rahasia Kemakmuran adalah kesabaran untuk menyelaraskan tindakan dengan kenyataan. Dalam setiap perenungan masa lalu, cobalah memahami apa yang telah Anda pelajari dalam hidup.
25. Rahasia Kemakmuran adalah tidak dengki terhadap orang lain. Berempatilah pada keberhasilan dan kegagalan orang lain, sebagaimana Anda berempati pada keberhasilan dan kegagalan Anda sendiri.
26. Rahasia Kemakmuran adalah daya cipta; kesuksesan dalam segala lingkup usaha menuntut kreativitas.
27. Rahasia Kemakmuran adalah mengembangkannya setiap hari dengan ide-ide baru dan segar, agar tidak menjadi kolam yang tenang, kolam yang statis.
28. Rahasia Kemakmuran adalah menggunakannya untuk kebaaikan sesama, dan bukan menimbunnya untuk kepentingan pribadi, agar Anda mampu berkembang.
29. Rahasia Kemakmuran adalah bersikap proporsional. Waspadalah terhadap obsesi : Hal itu layaknya jalan setapak yang tak pernah menyempit.
30. Rahasia Kemakmuran adalah meluangkan waktu untuk bernyanyi. Inilah sebenarnya arti kemakmuran, manakala dalam usaha untuk meraihnya seseorang kehilangan kesempatan untuk bernyanyi dan tertawa.
31. Rahasia Kemakmuran adalah mengingat selalu bahwa semakin kecil kepentingan pribadi yang Anda miliki, semakin besar nilai Anda dimata orang lain. Persahabatan kedua hal ini, pada saatnya nanti, akan menjadi asset terbesar Anda.
Ke-31 uraian tentang Rahasia Kemakmuran di atas merupakan kunci kehidupan mencapai kemakmuran yang sebenarnya, yang terkadang berbumbu galau, bertanam dendam, berhias bias, bercoreng koreng, bertali benci, ….
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Sudah lebih dari 5 tahun buku itu hanya menjadi bagian dari pustaka pribadi, tenggelam dalam tumpukan buku dan majalah. Seperti buku lainnya, kalau pernah sekali dibaca sampai selesai adalah sebuah keuntungan semata.
Entah mengapa, tengah malam itu tiba-tiba saya ingin sekali meraihnya. Membaca halaman demi halaman tanpa henti dan mengulanginya berulang kali. Sampai akhirnya bedug subuh pun bertalu.
Luluh lantaklah segala galau di hati, ego di dada, gundah di kepala, …. Semua menjadi begitu tenang. Hidup menjadi lebih indah untuk dinikmati.
Buku kecil dan tipis itu karya J. Donald Walters, berjudul Secrets of Prosperity (terjemahan D.M. Yupinandari, diterbitkan PT Elex Media Komputindo tahun 2002). Sebenarnya merupakan sebuah buku untuk renungan harian, tetapi sekalilagi, saya melahapnya berulang-ulang tanpa bosan.
Buku mungil itu merupakan salah satu dari ratusan buku yang saya beli pada acara Bursa Buku Murah (BBM) yang diselenggarakan Gramedia Group di Kota Bandung. Acara yang waktu itu masih sangatlah langka. Saat itu, harga buku masih di dunia lain, sangat mahal. Sementara di acara itu, 3 buku bisa diperoleh hanya dengan merogoh kocek Rp. 10.000,-.
Buku yang cukup untuk dimasukkan dalam amplop kecil itu sempat mengecoh panitia yang juga menginginkan untuk memilikinya. Beliau kaget ada buku sangat menggugah itu diantara tumpukan buku yang dijajakan murah-meriah.
Buku kecil itu terlalu sayang kalau harus beralih tangan. Apalagi hanya mengisi rak buku tanpa disentuh. Saya selalu ingin meraihnya, setiap saat bisa.
Oleh karena itu saya sampaikan permohonan yang sangat dalam kepada Pengarang, Penerjemah dan Penerbit, untuk menjadikan isi buku itu sebagai bagian dari bahan renungan pribadi dan membagikannya kepada yang membutuhkan.
Saya yakin, akan banyak sekali orang yang dalam hidupnya membutuhkan apa yang ada dalam buku itu tetapi sangat sulit mendapatkan buku kecil itu. Atau bahkan tidak tahu sama sekali.
Saya percaya bahwa semua isi buku itu menjadi bagian amal ibadah yang akan membawa semua yang terlibat di dalamnya mencapai kemakmuran yang sebenarnya. Kemakmuran syurga sebagaimana dijanjikan-Nya. Kemakmuran abadi di sisi Tuhan Yang Maha Pencipta.
31 Renungan dari J. Donald Walters yang sangat berharga itu (sebenarnya untuk satu bulan) adalah sebagai berikut :
1. Rahasia Kemakmuran adalah kepuasan hati, dan bukannya rekening bank.
2. Rahasia Kemakmuran adalah kebahagiaan, karena ketekunan yang dilandasi kebahagiaan membuahkan kemakmuran. Kebahagiaan itu pula yang menjadi definisi paling tepat untuk kemakmuran.
3. Rahasia Kemakmuran adalah kemurahan hati, karena dengan membagikan kepada sesama anugerah yang kita terima dalam hidup, kita juga akan menerima berkat yang melimpah.
4. Rahasia Kemakmuran adalah mensyukuri semua kebaikan orang lain sebagai limpahan rahmat dalam diri Anda.
5. Rahasia Kemakmuran adalah pemahaman akan bagian yang Anda mainkan dalam Simfoni Kehidupan. Oleh karena hidup akan menopang Anda, apabila Anda menyeleraskan dengan harmoninya.
6. Rahasia Kemakmuran adalah menjalani dan menikmati irama kehidupan yang senantiasa berubah, dan bukan justeru menantangnya.
7. Rahasia Kemakmuran adalah melihat kembali segala rintangan yang Anda hadapi dalam hidup ini untuk menemukan celah-celah kesempatan di balik rintangan itu.
8. Rahasia Kemakmuran adalah melihat kegagalan bukan sebagai kemalangan.
9. Rahasia Kemakmuran adalah membuat variasi : bukan hanya membuat variasi investasi keuangan Anda, yang layak disebut sebagai penasehat keuangan yang terpercaya, tetapi –lebih penting lagi- membuat variasi investasi energy Anda. Kembangkanlah ide-ide segar, minat yang segar, dan pertimbangan-pertimbangan yang segar untuk menikmati hidup Anda.
10. Rahasia Kemakmuran adalah kepercayaan –kepada diri Anda sendiri, kepada sesama, dan juga kepada rahmat kehidupan.
11. Rahasia Kemakmuran adalah mematahkan hipnotis pembatasan diri. Keberhasilan yang telah diraih seseorang dapat pula diraih oleh orang lain –dengan cara mereka sendiri- dengan tersedianya waktu yang cukup, dedikasi, dan energy yang terfokus.
12. Rahasia Kemakmuran adalah tidak menyia-nyiakan energy untuk hal-hal yang remeh. Keran air yang bocor, setetes demi setetes, akan membuang bergalon-galon air.
13. Rahasia Kemakmuran adalah menemukan kegembiraan dalam kesederhanaan.
14. Rahasia Kemakmuran adalah perpengharapan positif, yang didukung oleh kemauan yang dinamis.
15. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa semua orang dapat menjadi investasi Anda yang terbaik. Jadilah teman sejati bagi sesama.
16. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa semua yang Anda miliki menaruh kepercayaan kepada Anda. Jagalah semua itu dengan penuh tanggungjawab. Jika Anda menyalahgunakannya, kepercayaan itu akan beralih ke orang lain.
17. Rahasia Kemakmuran adalah menemukan kekuatan dalam diri Anda. Jangan menunggu gelombang datang mendorong Anda ke depan.
18. Rahasia Kemakmuran adalah menyadari bahwa seseorang tidak mampu meraih kemakmuran dari penindasan terhadap orang lain. Kasihilah sesama Anda. Pengembangan jati diri merupakan sebuah tanda kemakmuran, dan juga sebuah syarat untuk mencapainya.
19. Rahasia Kemakmuran adalah mengulurkan tangan bagi mereka yang membutuhkan; membantu mereka, namun yang terpenting, membantu mereka untuk menolong diri mereka sendiri.
20. Rahasia Kemakmuran adalah berpikiran sehat : jangan bergantung kepada keberuntungan, tetapi pada kenyataan dari setiap kondisi yang Anda hadapi. Hanya dengan langkah-langkah yang nyata Anda dapat mengubah hal-hal yang mustahil menjadi kenyataan.
21. Rahasia Kemakmuran adalah mengingat bahwa : Semakin tinggi gunung, semakin besar usaha yang diperlukan untuk menaklukkannya. Kesuksesan bukanlah untuk mereka yang berhati lemah, tetapi untuk mereka yang tidak mengenal kata lelah hingga mereka mampu meraih cita-cita .
22. Rahasia Kemakmuran adalah kesediaan untuk mengorbankan hal-hal yang tidak penting demi segala sesuatu yang penting.
23. Rahasia Kemakmuran adalah hidup dalam realitas saat ini : tidak dalam keterpurukan pencapaian masa lalu, tidak pula dalam kegemilangan bagayangan masa depan.
24. Rahasia Kemakmuran adalah kesabaran untuk menyelaraskan tindakan dengan kenyataan. Dalam setiap perenungan masa lalu, cobalah memahami apa yang telah Anda pelajari dalam hidup.
25. Rahasia Kemakmuran adalah tidak dengki terhadap orang lain. Berempatilah pada keberhasilan dan kegagalan orang lain, sebagaimana Anda berempati pada keberhasilan dan kegagalan Anda sendiri.
26. Rahasia Kemakmuran adalah daya cipta; kesuksesan dalam segala lingkup usaha menuntut kreativitas.
27. Rahasia Kemakmuran adalah mengembangkannya setiap hari dengan ide-ide baru dan segar, agar tidak menjadi kolam yang tenang, kolam yang statis.
28. Rahasia Kemakmuran adalah menggunakannya untuk kebaaikan sesama, dan bukan menimbunnya untuk kepentingan pribadi, agar Anda mampu berkembang.
29. Rahasia Kemakmuran adalah bersikap proporsional. Waspadalah terhadap obsesi : Hal itu layaknya jalan setapak yang tak pernah menyempit.
30. Rahasia Kemakmuran adalah meluangkan waktu untuk bernyanyi. Inilah sebenarnya arti kemakmuran, manakala dalam usaha untuk meraihnya seseorang kehilangan kesempatan untuk bernyanyi dan tertawa.
31. Rahasia Kemakmuran adalah mengingat selalu bahwa semakin kecil kepentingan pribadi yang Anda miliki, semakin besar nilai Anda dimata orang lain. Persahabatan kedua hal ini, pada saatnya nanti, akan menjadi asset terbesar Anda.
Ke-31 uraian tentang Rahasia Kemakmuran di atas merupakan kunci kehidupan mencapai kemakmuran yang sebenarnya, yang terkadang berbumbu galau, bertanam dendam, berhias bias, bercoreng koreng, bertali benci, ….
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
MENGHADAPI TANTANGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DENGAN KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW
Kalau yang ini terjemahan dari pidato anakku dalam Islamic Speech Competition 2010.
Alhamdulillah, untuk yang kedua kalinya menyabet Juara I.
MENGHADAPI TANTANGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DENGAN KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Bapak dan ibu guru serta rekan-rekan siswa SMP Negeri 2 Sindang yang saya cintai.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, dunia terasa semakin sempit. Jauhnya jarak tidak lagi menjadi kendala. Luasnya lautan juga tidak lagi menjadi pembatas hubungan. Tingginya gunung bukan lagi menjadi pembatas. Lebatnya hutan tidak lagi menjadi penghalang. Komunikasi diantara penghuni bumi dapat dicapai dalam hitungan seper-detik. Semua itu adalah berkah dari kemajuan teknologi yang jauh-jauh hari telah diingatkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an.
Tetapi, tidaklah semua kemajuan itu digunakan untuk kebaikan. Tidak sedikit kemudahan dalam transaksi perbankan berubah menjadi pembobolan rekening bank. Saat ini bahkan berita utama media nenyebutkan tentang maraknya penculikan setelah mereka akrab dalam situs pertemanan.
Dan pada kesempatan ini saya akan lebih banyak menyoroti tentang sebuah situs yang ramai menjadi bahan pembicaraan, khususnya ummat muslim :
www.beritamuslim.wordpress.com
Dari namanya, maka siapapun akan menyangka bahwa situs itu berisi tentang kabar-berita dari dan untuk ummat Islam. Setiap ummat Islam pun akan beranggapan bahwa situs itu adalah situs Islami yang harus diakses. Dalam benak muslimin dan muslimah pun akan terbesit rasa bangga ketika pengunjung blog itu menembus angka jutaan orang !
Pendapat bapak dan ibu serta kawan-kawan pun demikian juga kan ?
Akan tetapi, ketika situs itu dibuka. Maka mata kita akan segera terbelalak. Baru membaca judul tulisannya saja pikiran sudah berbalik. Betapa tidak, secara terang-terangan penghinaan terhadap Islam dilakukan.
“Allah swt adalah Tuhan Abal-abal”
“Prestasi dan Warisan Muhammad” menceritakan tentang riwayat nabi Besar Muhammad saw dengan segala kehina-dina-annya.
… dan masih banyak judul lainnya yang mendeskreditkan agama Islam.
Penulis begitu menguasai keilmuan Islam, hafal tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang menguatkan argument sesatnya. Pada setiap tulisan, selalu disertai dalil dan firman Allah yang diambil dari Al-Qur’an tetapi kemudian diputarbalikkan maknanya.
Pada halaman lain, “Gambar dan Kartun Islami” serta “Photo Islami” tertera gambar-gambar yang bukan hanya mendeskreditkan Rasulullah Muhammad saw tetapi juga jelas-jelas menghina Allah swt serta ajaran agama Islam dan ummatnya.
Bapak dan Ibu guru serta kawan-kawan bisa melihat. Inilah contohnya ….
“Al-Qur’an yang ditenggelamkan di closet !”
“Seorang prajurit yang sedang melepas hajat di sebuah tulisan Allah !”
Banyak gambar lainnya yang sama sekali jauh dari pantas untuk dilihat.
Bahkan, jutaan pengunjung situs itu pun disebutnya sebagai “murtadin” orang yang murtad, orang yang sudah melepas keimanan Islamnya. Blog yang satu ini sudah menjatuhkan harga diri pengunjung yang kebanyakan ummat Islam, dengan menyebut mereka sebagai orang yang telah ingkar terhadap agama Islam setelah mengunjungi situs itu.
Situs itu juga dihubungkan dengan situs lain yang sejenis, seperti “Islam Sesat”, “Indonesia Ex Muslim” dan lain-lain yang siap membawa ummat Islam yang terpengaruh setelah membaca situs tersebut ke dalam kesesatan makin dalam.
Janganlah merasa heran jika penulis blog itu sedemikian “hebat” dan sangat tinggi pengetahuannya. Karena Allah memang telah memanjangkan angan-angannya. Angan-angan yang makin menenggelankan diri mereka bersama syaitan.
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.
(QS : Muhammad : 25)
Sungguh tidak berguna penasaran dengan situs yang satu itu, isinya sama sekali tidak membawa manfaat. Hanya membuang waktu, tenaga serta pikiran semata. Bahkan jika kita tidak siap, maka dapat terjerumus ke dalam kesesatan yang tidak diharapkan.
Oleh karena itu, lebih baik tidak dilakukan, sebagaimana Rasulullah saw dalam salah satu hadits mengatakan :
Minhumni islamil mar’i tarkuhu malaa ya’niihi.
“Salah satu keutamaan Islam adalah seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”
Kita harus yakin akan kebenaran bahwa Islam tidak akan runtuh oleh banyaknya pengunjung di situs itu. Ajaran yang dibawa Nabi Besar Muhammad saw akan terpelihara sepanjang masa sebagaimana Allah swt janjikan.
Tetapi, apakah ummat Islam menyadari hal ini ? Dari komentar yang tertulis di bawah semua tulisan yang menghinakan Islam itu, kebanyakan bernada hujatan, makian dan kata-kata yang tidak kalah kasar dibandingkan tulisan yang dibacanya. Namun ada juga komentar yang membersitkan do’a, “Semoga Allah memberi petunjuk ! Amien.”
Ketika kebanyakan komentar adalah makian dan umpatan maka penulis blog bukan tersinggung tetapi malah tertawa terbahak-bahak. Bangga bahwa pancingan yang ditulisnya berhasil ! Ummat Islam yang mengunjungi situs itu benar-benar telah lepas control, mengingkari ajaran Muhammad yang melarang segala jenis pengucapan kata-kata tak pantas sebagaimana Allah berberfirman :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(QS : Al-Hujarat : 12)
Sesungguhnya, umpatan dan makian itu keluar karena di benak pembaca terdapat keinginan yang kuat untuk membela agama Islam yang dihina-dinakan blog itu. Tetapi malah terjerembab dalam kubangan dosa yang makin dalam, karena setiap muslim seharusnya patuh pada apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw dalam menghadapi berbagai penghinaan seperti itu.
Keteladanan beliau ketika menghadapi berbagai tantangan kaum musyrikin sesungguhnya adalah yang harus dilakukan setiap ummat Islam menyikapi tulisan tidak senonoh itu. Masih belum apa-apa dibandingkan apa yang dialami beliau.
Ingatkah kita akan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika beliau sedang lewat, umat musyrikin melemparinya dengan kotoran. Apakah Nabi Besar kita membalas lemparan mereka ? Sama sekali tidak.
Ingatkah kita bahwa beliau pernah dihina-dina. Beliau sama sekali tidak balik menghina ! Dan masih banyak sunnah yang menggambarkan berbagai penderitaan yang sama sekali tidak pernah beliau keluhkan, apalagi membalasnya!
Semua tindakan buruk dibalas dengan do’a, “Semoga Allah, memberi petunjuk kepada mereka yang masih tersesat.”
Itulah tujuan kita mengadakan Maulidan seperti sekarang ini. Mengingat kembali ketladanan yang diberikan nabi Besar Muhammad saw. Sunnah Rasul yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berubah. Dan, terbukti sunnah yang diajarkan beliau belasan abad yang lalu masih sangat relevan dengan kondisi sekarang, dimana kemajuan teknologi sudah sedemikian maju dan berkembang.
Bapak dan Ibu guru serta rekan-rekan siswa SMP Negeri 2 Sindang yang saya cintai.
Apapun yang mereka hinakan terhadap Islam, ataupun jika tulisan-tulisan itu berhasil mempengaruhi tingkat kepercayaan ummat Islam terhadap agamanya, sesungguhnya tidak sedikitpun mengurangi keagungan Allah dan Islam sebagai agama secara keseluruhan.
Sebagaimana Allah janjikan dalam firmannya :
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
(QS : Al-Baqoroh :144)
Oleh karena itu, sekali lagi, daripada nanti malah terpancing dan berkata-kata yang tidak baik yang jelas-jelas dilarang oleh ajaran Islam, maka lebih baik tidak pernah membuka situs tak berguna itu sama sekali !
Catatan :
Gambar-gambar yang menghinakan di situs itu sengaja tidak saya tampilkan, untuk menghindari salah persepsi.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Alhamdulillah, untuk yang kedua kalinya menyabet Juara I.
MENGHADAPI TANTANGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI DENGAN KETELADANAN NABI MUHAMMAD SAW
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Bapak dan ibu guru serta rekan-rekan siswa SMP Negeri 2 Sindang yang saya cintai.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, dunia terasa semakin sempit. Jauhnya jarak tidak lagi menjadi kendala. Luasnya lautan juga tidak lagi menjadi pembatas hubungan. Tingginya gunung bukan lagi menjadi pembatas. Lebatnya hutan tidak lagi menjadi penghalang. Komunikasi diantara penghuni bumi dapat dicapai dalam hitungan seper-detik. Semua itu adalah berkah dari kemajuan teknologi yang jauh-jauh hari telah diingatkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an.
Tetapi, tidaklah semua kemajuan itu digunakan untuk kebaikan. Tidak sedikit kemudahan dalam transaksi perbankan berubah menjadi pembobolan rekening bank. Saat ini bahkan berita utama media nenyebutkan tentang maraknya penculikan setelah mereka akrab dalam situs pertemanan.
Dan pada kesempatan ini saya akan lebih banyak menyoroti tentang sebuah situs yang ramai menjadi bahan pembicaraan, khususnya ummat muslim :
www.beritamuslim.wordpress.com
Dari namanya, maka siapapun akan menyangka bahwa situs itu berisi tentang kabar-berita dari dan untuk ummat Islam. Setiap ummat Islam pun akan beranggapan bahwa situs itu adalah situs Islami yang harus diakses. Dalam benak muslimin dan muslimah pun akan terbesit rasa bangga ketika pengunjung blog itu menembus angka jutaan orang !
Pendapat bapak dan ibu serta kawan-kawan pun demikian juga kan ?
Akan tetapi, ketika situs itu dibuka. Maka mata kita akan segera terbelalak. Baru membaca judul tulisannya saja pikiran sudah berbalik. Betapa tidak, secara terang-terangan penghinaan terhadap Islam dilakukan.
“Allah swt adalah Tuhan Abal-abal”
“Prestasi dan Warisan Muhammad” menceritakan tentang riwayat nabi Besar Muhammad saw dengan segala kehina-dina-annya.
… dan masih banyak judul lainnya yang mendeskreditkan agama Islam.
Penulis begitu menguasai keilmuan Islam, hafal tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang menguatkan argument sesatnya. Pada setiap tulisan, selalu disertai dalil dan firman Allah yang diambil dari Al-Qur’an tetapi kemudian diputarbalikkan maknanya.
Pada halaman lain, “Gambar dan Kartun Islami” serta “Photo Islami” tertera gambar-gambar yang bukan hanya mendeskreditkan Rasulullah Muhammad saw tetapi juga jelas-jelas menghina Allah swt serta ajaran agama Islam dan ummatnya.
Bapak dan Ibu guru serta kawan-kawan bisa melihat. Inilah contohnya ….
“Al-Qur’an yang ditenggelamkan di closet !”
“Seorang prajurit yang sedang melepas hajat di sebuah tulisan Allah !”
Banyak gambar lainnya yang sama sekali jauh dari pantas untuk dilihat.
Bahkan, jutaan pengunjung situs itu pun disebutnya sebagai “murtadin” orang yang murtad, orang yang sudah melepas keimanan Islamnya. Blog yang satu ini sudah menjatuhkan harga diri pengunjung yang kebanyakan ummat Islam, dengan menyebut mereka sebagai orang yang telah ingkar terhadap agama Islam setelah mengunjungi situs itu.
Situs itu juga dihubungkan dengan situs lain yang sejenis, seperti “Islam Sesat”, “Indonesia Ex Muslim” dan lain-lain yang siap membawa ummat Islam yang terpengaruh setelah membaca situs tersebut ke dalam kesesatan makin dalam.
Janganlah merasa heran jika penulis blog itu sedemikian “hebat” dan sangat tinggi pengetahuannya. Karena Allah memang telah memanjangkan angan-angannya. Angan-angan yang makin menenggelankan diri mereka bersama syaitan.
Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.
(QS : Muhammad : 25)
Sungguh tidak berguna penasaran dengan situs yang satu itu, isinya sama sekali tidak membawa manfaat. Hanya membuang waktu, tenaga serta pikiran semata. Bahkan jika kita tidak siap, maka dapat terjerumus ke dalam kesesatan yang tidak diharapkan.
Oleh karena itu, lebih baik tidak dilakukan, sebagaimana Rasulullah saw dalam salah satu hadits mengatakan :
Minhumni islamil mar’i tarkuhu malaa ya’niihi.
“Salah satu keutamaan Islam adalah seseorang meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.”
Kita harus yakin akan kebenaran bahwa Islam tidak akan runtuh oleh banyaknya pengunjung di situs itu. Ajaran yang dibawa Nabi Besar Muhammad saw akan terpelihara sepanjang masa sebagaimana Allah swt janjikan.
Tetapi, apakah ummat Islam menyadari hal ini ? Dari komentar yang tertulis di bawah semua tulisan yang menghinakan Islam itu, kebanyakan bernada hujatan, makian dan kata-kata yang tidak kalah kasar dibandingkan tulisan yang dibacanya. Namun ada juga komentar yang membersitkan do’a, “Semoga Allah memberi petunjuk ! Amien.”
Ketika kebanyakan komentar adalah makian dan umpatan maka penulis blog bukan tersinggung tetapi malah tertawa terbahak-bahak. Bangga bahwa pancingan yang ditulisnya berhasil ! Ummat Islam yang mengunjungi situs itu benar-benar telah lepas control, mengingkari ajaran Muhammad yang melarang segala jenis pengucapan kata-kata tak pantas sebagaimana Allah berberfirman :
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
(QS : Al-Hujarat : 12)
Sesungguhnya, umpatan dan makian itu keluar karena di benak pembaca terdapat keinginan yang kuat untuk membela agama Islam yang dihina-dinakan blog itu. Tetapi malah terjerembab dalam kubangan dosa yang makin dalam, karena setiap muslim seharusnya patuh pada apa yang dicontohkan Nabi Muhammad saw dalam menghadapi berbagai penghinaan seperti itu.
Keteladanan beliau ketika menghadapi berbagai tantangan kaum musyrikin sesungguhnya adalah yang harus dilakukan setiap ummat Islam menyikapi tulisan tidak senonoh itu. Masih belum apa-apa dibandingkan apa yang dialami beliau.
Ingatkah kita akan sebuah riwayat yang menceritakan bahwa ketika beliau sedang lewat, umat musyrikin melemparinya dengan kotoran. Apakah Nabi Besar kita membalas lemparan mereka ? Sama sekali tidak.
Ingatkah kita bahwa beliau pernah dihina-dina. Beliau sama sekali tidak balik menghina ! Dan masih banyak sunnah yang menggambarkan berbagai penderitaan yang sama sekali tidak pernah beliau keluhkan, apalagi membalasnya!
Semua tindakan buruk dibalas dengan do’a, “Semoga Allah, memberi petunjuk kepada mereka yang masih tersesat.”
Itulah tujuan kita mengadakan Maulidan seperti sekarang ini. Mengingat kembali ketladanan yang diberikan nabi Besar Muhammad saw. Sunnah Rasul yang harus dilakukan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berubah. Dan, terbukti sunnah yang diajarkan beliau belasan abad yang lalu masih sangat relevan dengan kondisi sekarang, dimana kemajuan teknologi sudah sedemikian maju dan berkembang.
Bapak dan Ibu guru serta rekan-rekan siswa SMP Negeri 2 Sindang yang saya cintai.
Apapun yang mereka hinakan terhadap Islam, ataupun jika tulisan-tulisan itu berhasil mempengaruhi tingkat kepercayaan ummat Islam terhadap agamanya, sesungguhnya tidak sedikitpun mengurangi keagungan Allah dan Islam sebagai agama secara keseluruhan.
Sebagaimana Allah janjikan dalam firmannya :
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
(QS : Al-Baqoroh :144)
Oleh karena itu, sekali lagi, daripada nanti malah terpancing dan berkata-kata yang tidak baik yang jelas-jelas dilarang oleh ajaran Islam, maka lebih baik tidak pernah membuka situs tak berguna itu sama sekali !
Catatan :
Gambar-gambar yang menghinakan di situs itu sengaja tidak saya tampilkan, untuk menghindari salah persepsi.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
EFEK DOMINO TAK TERKENDALI FACEBOOK
Sudah cukup lama situs pertemanan ini menjadi penyambung lidah. Jasanya sebesar pengorbanan pendirinya, Mark Zuckerberg, yang harus hengkang dari perguruan tinggi favorit tempatnya menuntut ilmu, Harvard University.
Tetapi haruskah situs ini hancur karena kebijakannya sendiri ? Efek domino tak terkendali akan benar-benar terjadi jika pengenaan iuran Rp. 150.000/bulan/pengguna benar-benar terjadi.
Aturan main kartu domino, satu mata kartu hanya boleh disambungkan dengan satu mata kartu yang sama. Yang terjadi jika Facebook menerapkan kebijakannya tidaklah demikian. Hengkangnya satu anggota facebook akan disambut oleh puluhan atau ratusan sahabatnya, demikian juga seterusnya sehingga menjadi suatu rantai yang besarnya tak terkendali.
Di balik itu, terbuka peluang baru yang sangat menantang, dibutuhkan banyak situs pertemanan yang bukan hanya gratis tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan financial bagi penggunanya. Ribuan kesempatan terbuka, itupun atas jasa Facebook dengan keputusan ekstrimnya.
Namun apapun yang diputuskan nanti, Facebook telah sangat berjasa. Tetapi saya sama sekali menjadikan Facebook sebagai pahlawan, yang hanya patut dikenang, setelah tiada ….
Bagaimana pun keputusan ada di tanganmu, termasuk memutuskan puluhan juta penggemar dari situsmu.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Tetapi haruskah situs ini hancur karena kebijakannya sendiri ? Efek domino tak terkendali akan benar-benar terjadi jika pengenaan iuran Rp. 150.000/bulan/pengguna benar-benar terjadi.
Aturan main kartu domino, satu mata kartu hanya boleh disambungkan dengan satu mata kartu yang sama. Yang terjadi jika Facebook menerapkan kebijakannya tidaklah demikian. Hengkangnya satu anggota facebook akan disambut oleh puluhan atau ratusan sahabatnya, demikian juga seterusnya sehingga menjadi suatu rantai yang besarnya tak terkendali.
Di balik itu, terbuka peluang baru yang sangat menantang, dibutuhkan banyak situs pertemanan yang bukan hanya gratis tetapi juga dapat menghasilkan keuntungan financial bagi penggunanya. Ribuan kesempatan terbuka, itupun atas jasa Facebook dengan keputusan ekstrimnya.
Namun apapun yang diputuskan nanti, Facebook telah sangat berjasa. Tetapi saya sama sekali menjadikan Facebook sebagai pahlawan, yang hanya patut dikenang, setelah tiada ….
Bagaimana pun keputusan ada di tanganmu, termasuk memutuskan puluhan juta penggemar dari situsmu.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
BENTROK KOJA
Sebuah Pelajaran Buat Kita Semua
Sebagai bagian dari sebuah dinamika kehidupan, maka negeri ini pun tidak pernah terlepas dari satu problema ke masalah yang lain. Belum selesai kasus Bank Century muncullah Gayus yang menyebabkan kerugian para nasabah dan keterlibatan pihak tertentu berkaitan dengan kenduri di bank tersebut hangus. Akankah kasus Bentrok Koja yang sangat berdarah dan telah “merusak jutaan televisi pemirsa” juga akan meluluh-lantakkan kasus Gayus yang sudah bersambut rentetan Markus ...?
Banyak pelajaran dapat diambil dari kasus yang sama sekali tidak diduga ini sebelumnya ….
Bentrok Koja merupakan tragedy yang memilukan, dalam waktu yang teramat singkat ratusan badan terkapar, beberapa diantaranya tinggal raga yang tak bernyawa. Darah bercecer, luka menganga, puluhan kendaraan dilumatkan, demi sebuah kata, hak. Hak masyarakat untuk hidup, hak petugas untuk menjalankan kewajibannya.
Sekalipun akhirnya Wakil Gubernur DKI menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan terhadap Makam Mbah Priuk tersebut adalah dalam rangka lebih terawat dan indahnya lokasi tersebut, bahkan dijadikan Cagar Budaya, namun pengalaman hidup masyarakat yang selalu pahit jika berhubungan dengan penggusuran dan Saatpol PP menyebabkan perlawanan tidak dapat dihindarkan.
Bahkan Wagub semestinya koreksi diri, apakah yang diucapkannya benar ? Atau sekedar senjata cucitangan dari permasalahan yang menyebabkan bentrokan semakin berdarah. Sesuaikah ucapannya dengan tataruang yang sudah dibuat ? Adakah master-plan yang menjamin bahwa cagar budaya yang direncanakan ? Bukan, maaf, cagar biaya ?
Dan, yang paling penting adalah, apakah berbagai produk perencanaan itu sudah tersosialisasi dengan baik ? Kalau memang perencanaan sudah ada, sosialisasi sudah dilaksanakan, maka jika kejadian berdarah ini terjadi maka koreksi total harus dilaksanakan. Apakah sosialisasi yang dilakukan sekedar untuk mencairkan SPPD ?
Sementara penjelasan beliau tentang hak milik lokasi eks makam imam itu sungguh merupakan bahan koreksi yang sangat berharga. Bukan karena negara ini adalah negara hukum maka produk hukum dapat dilaksanakan begitu saja. Apalagi menghalalkan pembuatan produk hokum untuk kepentingan dan keuntungan golongan tertentu.
Sertifikat tanah yang membuktikan lokasi eks Makam Mbah Priuk sebagai milik Perum Pelindo II dibuat dengan cara yang sesuai dengan aturan, tetapi sama sekali mengabaikan kaidah hukum tidak tertulis yang sudah melekat. Sesuatu yang sangat tidak mungkin kalau mengharapkan anak-keturunan Mbah Priuk menunjukkan bukti tertulis kepemilikan lahan untuk melawan keinginan Perum Pelindo II ?
Kasus ini juga tentu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang selama ini hidup di dan dari sekitar berbagai situs lainnya, agar segera mengurus kejelasan status tanah yang mereka tinggali saat ini. Pemerintah pun tidak lagi boleh menghalangi upaya ini, dan mempertimbangkan usulan itu sekalipun bukti tertulis dari nenek-moyang mereka sama sekali tidak ada. Sebab di negera hukum ini, hukum bukan saja hak mereka yang ber-biaya !
Satpol PP DKI pun bisa belajar banyak dari kasus ini, ternyata kekuatan produk hokum yang dibacakan plus pentung di tangannya tidak selalu ampuh. Dan di saat seperti itu, apakah ada yang membantu ? Apakah polisi melindungimu ? Adakah tentara di sekitarmu ? Sama sekali tidak ada ! Karena engkau, kalian, sesungguhnya adalah bagian dari mereka. Masyarakat biasa ! Baju seragammu itu hanyalah titipan kepercayaan, kepercayaan dari mereka yang kalian pentungi dan luluh-lantakan hidup dan perasaannya selama ini. Hal itu hanya berlaku jika kalian masih merasa sebagai manusia sebagaimana masyarakat pada umumnya.
Masyarakat, khususnya sekitar Kerajaan Mbah Priuk juga dapat pelajaran berharga untuk mengurus kejelasan tempat tinggal mereka. Sebaliknya pemerintah pun jangan malu dan ragu untuk meninjau kembali produk hokum yang sudah dikeluarkan. Paling tidak, bentrok berdarah kali ini menghasilkan sebuah kesepakatan, kalau memang apa yang dikatakan Wagub itu benar adanya.
Masyarakat juga dapat pelajaran penting bahwa di balik pengorbanan diri, anak dan keluarganya terdapat banyak orang yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Menjarah, mengambil barang yang sama sekali bukan haknya. Apakah ada diantara mereka yang merupakan putera Kerajaan Mbah Priuk ?
Sebuah pelajaran berharga juga dapat dipetik Habib Rizieq, upayanya menenangkan warga adalah sia-sia kalau berbagai aksi beliau dan pasukannya tidak menjadi teladan yang baik. Kekerasan dan kekerasan, maka kekerasan pula yang masyarakat Kerajaan Mbah Priuk lakukan !
Kita semua dapat pelajaran berharga dari Bentrok Koja yang sangat berdarah ini, jika dan hanya jika kita mau membaca… Iqro !
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Sebagai bagian dari sebuah dinamika kehidupan, maka negeri ini pun tidak pernah terlepas dari satu problema ke masalah yang lain. Belum selesai kasus Bank Century muncullah Gayus yang menyebabkan kerugian para nasabah dan keterlibatan pihak tertentu berkaitan dengan kenduri di bank tersebut hangus. Akankah kasus Bentrok Koja yang sangat berdarah dan telah “merusak jutaan televisi pemirsa” juga akan meluluh-lantakkan kasus Gayus yang sudah bersambut rentetan Markus ...?
Banyak pelajaran dapat diambil dari kasus yang sama sekali tidak diduga ini sebelumnya ….
Bentrok Koja merupakan tragedy yang memilukan, dalam waktu yang teramat singkat ratusan badan terkapar, beberapa diantaranya tinggal raga yang tak bernyawa. Darah bercecer, luka menganga, puluhan kendaraan dilumatkan, demi sebuah kata, hak. Hak masyarakat untuk hidup, hak petugas untuk menjalankan kewajibannya.
Sekalipun akhirnya Wakil Gubernur DKI menjelaskan bahwa apa yang akan dilakukan terhadap Makam Mbah Priuk tersebut adalah dalam rangka lebih terawat dan indahnya lokasi tersebut, bahkan dijadikan Cagar Budaya, namun pengalaman hidup masyarakat yang selalu pahit jika berhubungan dengan penggusuran dan Saatpol PP menyebabkan perlawanan tidak dapat dihindarkan.
Bahkan Wagub semestinya koreksi diri, apakah yang diucapkannya benar ? Atau sekedar senjata cucitangan dari permasalahan yang menyebabkan bentrokan semakin berdarah. Sesuaikah ucapannya dengan tataruang yang sudah dibuat ? Adakah master-plan yang menjamin bahwa cagar budaya yang direncanakan ? Bukan, maaf, cagar biaya ?
Dan, yang paling penting adalah, apakah berbagai produk perencanaan itu sudah tersosialisasi dengan baik ? Kalau memang perencanaan sudah ada, sosialisasi sudah dilaksanakan, maka jika kejadian berdarah ini terjadi maka koreksi total harus dilaksanakan. Apakah sosialisasi yang dilakukan sekedar untuk mencairkan SPPD ?
Sementara penjelasan beliau tentang hak milik lokasi eks makam imam itu sungguh merupakan bahan koreksi yang sangat berharga. Bukan karena negara ini adalah negara hukum maka produk hukum dapat dilaksanakan begitu saja. Apalagi menghalalkan pembuatan produk hokum untuk kepentingan dan keuntungan golongan tertentu.
Sertifikat tanah yang membuktikan lokasi eks Makam Mbah Priuk sebagai milik Perum Pelindo II dibuat dengan cara yang sesuai dengan aturan, tetapi sama sekali mengabaikan kaidah hukum tidak tertulis yang sudah melekat. Sesuatu yang sangat tidak mungkin kalau mengharapkan anak-keturunan Mbah Priuk menunjukkan bukti tertulis kepemilikan lahan untuk melawan keinginan Perum Pelindo II ?
Kasus ini juga tentu menjadi pelajaran bagi orang-orang yang selama ini hidup di dan dari sekitar berbagai situs lainnya, agar segera mengurus kejelasan status tanah yang mereka tinggali saat ini. Pemerintah pun tidak lagi boleh menghalangi upaya ini, dan mempertimbangkan usulan itu sekalipun bukti tertulis dari nenek-moyang mereka sama sekali tidak ada. Sebab di negera hukum ini, hukum bukan saja hak mereka yang ber-biaya !
Satpol PP DKI pun bisa belajar banyak dari kasus ini, ternyata kekuatan produk hokum yang dibacakan plus pentung di tangannya tidak selalu ampuh. Dan di saat seperti itu, apakah ada yang membantu ? Apakah polisi melindungimu ? Adakah tentara di sekitarmu ? Sama sekali tidak ada ! Karena engkau, kalian, sesungguhnya adalah bagian dari mereka. Masyarakat biasa ! Baju seragammu itu hanyalah titipan kepercayaan, kepercayaan dari mereka yang kalian pentungi dan luluh-lantakan hidup dan perasaannya selama ini. Hal itu hanya berlaku jika kalian masih merasa sebagai manusia sebagaimana masyarakat pada umumnya.
Masyarakat, khususnya sekitar Kerajaan Mbah Priuk juga dapat pelajaran berharga untuk mengurus kejelasan tempat tinggal mereka. Sebaliknya pemerintah pun jangan malu dan ragu untuk meninjau kembali produk hokum yang sudah dikeluarkan. Paling tidak, bentrok berdarah kali ini menghasilkan sebuah kesepakatan, kalau memang apa yang dikatakan Wagub itu benar adanya.
Masyarakat juga dapat pelajaran penting bahwa di balik pengorbanan diri, anak dan keluarganya terdapat banyak orang yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Menjarah, mengambil barang yang sama sekali bukan haknya. Apakah ada diantara mereka yang merupakan putera Kerajaan Mbah Priuk ?
Sebuah pelajaran berharga juga dapat dipetik Habib Rizieq, upayanya menenangkan warga adalah sia-sia kalau berbagai aksi beliau dan pasukannya tidak menjadi teladan yang baik. Kekerasan dan kekerasan, maka kekerasan pula yang masyarakat Kerajaan Mbah Priuk lakukan !
Kita semua dapat pelajaran berharga dari Bentrok Koja yang sangat berdarah ini, jika dan hanya jika kita mau membaca… Iqro !
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
GAJI KE-13 ADALAH HAK SETIAP KARYAWAN
Angka 13, sering diartikan sebagai pertanda kesialan. Sial tigabelas! Banyak yang menganggapnya sebagai momok yang menakutkan. Di hotel-hotel jarang angka ini dipajang di depan kamar. Mereka menggantinya dengan angka 12-A atau bahkan melompatkan hitungan dari 12 langsung ke 14.
Tetapi, siapa sangka angka ini sekarang malah menjadi bintang harapan. Pertanda baik dan keuntungan. Tentu sangat bertolak belakang dengan anggapan masa lalu yang sudah mengakar ribuan tahun.
Gaji ke-13! Kebijakan baru untuk PNS sejak kekuasaan Megawati Soekarnoputri inilah yang mengubah image angka 13 saat ini. Langkah ekstrim yang berhasil mendongkrak populeritas pemerintahan putri Sang Fajar. Setidaknya bagi PNS dan keluarganya.
Bagi karyawan BUMN dan perusahaan swasta, gaji 13 bukanlah hal yang baru. Bahkan sebagian menikmati gaji ke-14 yang diberikan saat menjelang lebaran. Diberikan sebagai THR (Tunjangan Hari Raya).
Bukan membuat suasana menjelang lebaran ini panas lho kalau disinggung soal gaji ke-14. Sekedar tahu saja. Hak yang dibayarkan tentu sangat seimbang dengan kerja keras mereka selama setahun penuh.
Tapi apakah Anda tahun kalau gaji ke-13 memang merupakan hak setiap karyawan? Sejak kapan? Ya, dari semenjak mereka terdaftar sebagai karyawan.
Tidak percata? Mari kita coba otak-atik secara matematik perhitungan yang dicontohkan Abur Mustikawanto, seorang Doktor lulusan Jepang yang sarjananya dari ITB dan IKIP (1991 dan 1992).
Beliau mencontohkan seorang karyawan bergaji pokok Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Karena 1 bulan terbagi dalam 4 minggu, maka gaji mingguannya adalah Rp. 1.500.000,- / 4 = Rp. 375.000,-/minggu.
Gaji yang diterima selama 1 (satu) tahun atau 12 bulan adalah 12 X Rp. 1.500.000,- = Rp. 18.000.000,-.
Karena bekerja selama 1 (satu) tahun yang berarti 365 hari atau setara dengan 52 minggu, maka bila dia menerima gaji mingguan maka besarnya gaji yang diterima selama satu tahun adalah sebesar Rp. 19.500.000,- yaitu hasil perkalian dari lama bekerja 52 minggu X Rp. 375.000,-/minggu.
Bila keduanya diperbandingkan, maka ada selisih yang cukup besar. Sama besarnya dengan gaji sebulan. Betul, Rp. 1.500.000,-.
Kalau memang bagi Anda lebih mudah dimatematiskan, maka inilah perhitungannya :
Misalkan Gaji per-bulan : Rp. 1.500.000
Maka Gaji per-minggu : Rp.375 Ribu.
(Sebulan ada 4 Minggu, sehingga Rp 1.500.000 dibagi 4 = 375 ribu)
Dalam setahun ada 52 minggu (365 hari / 7 hari).
Gaji 1 tahun = 12 bulan x Rp1.500.000 = 18.000.000
Gaji 1 tahun = Gaji 52 minggu = 52 x 375 Ribu = 19.500.000
---------------------------------------------------------
Selisih = Rp 1.500.000
Selisih Rp. 1.500.000,- inilah yang dijadikan gaji ke-13.
Jadi, benarkan kalau gaji 13 memang merupakan hak setiap karyawan? Karena memang merupakan selisih dari gaji mingguan yang menjadi hak karyawan dengan gaji bulanan yang dibayarkan sesuai kebijakan.
Lantas bagaimana dengan nasib gaji 13 PNS yang cukup lama tidak dibayarkan? Bagaimana pun gaji ke-13 adalah karunia yang sangat berharga dan harus disyukuri.
Sangat berharga karena isyu selisih gaji yang selama ini hanya menjadi kajian dan diskusi ternyata akhirnya menjadi kebijakan tetap sekalipun harus menambah beban APBN yang tidak sedikit. Disyukuri sebagai karunia yang harus dimanfaatkan secara optimal sehingga mahalnya beban APBN ini benar-benar menjadi peringan beban karyawan.
Sementara bagi badan usaha atau perusahaan yang selama ini masih mengabaikan hal ini, maka perhitungan di atas kiranya dapat dijadikan pijakan untuk makin men-cengli-kan hak para karyawannya.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Tetapi, siapa sangka angka ini sekarang malah menjadi bintang harapan. Pertanda baik dan keuntungan. Tentu sangat bertolak belakang dengan anggapan masa lalu yang sudah mengakar ribuan tahun.
Gaji ke-13! Kebijakan baru untuk PNS sejak kekuasaan Megawati Soekarnoputri inilah yang mengubah image angka 13 saat ini. Langkah ekstrim yang berhasil mendongkrak populeritas pemerintahan putri Sang Fajar. Setidaknya bagi PNS dan keluarganya.
Bagi karyawan BUMN dan perusahaan swasta, gaji 13 bukanlah hal yang baru. Bahkan sebagian menikmati gaji ke-14 yang diberikan saat menjelang lebaran. Diberikan sebagai THR (Tunjangan Hari Raya).
Bukan membuat suasana menjelang lebaran ini panas lho kalau disinggung soal gaji ke-14. Sekedar tahu saja. Hak yang dibayarkan tentu sangat seimbang dengan kerja keras mereka selama setahun penuh.
Tapi apakah Anda tahun kalau gaji ke-13 memang merupakan hak setiap karyawan? Sejak kapan? Ya, dari semenjak mereka terdaftar sebagai karyawan.
Tidak percata? Mari kita coba otak-atik secara matematik perhitungan yang dicontohkan Abur Mustikawanto, seorang Doktor lulusan Jepang yang sarjananya dari ITB dan IKIP (1991 dan 1992).
Beliau mencontohkan seorang karyawan bergaji pokok Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Karena 1 bulan terbagi dalam 4 minggu, maka gaji mingguannya adalah Rp. 1.500.000,- / 4 = Rp. 375.000,-/minggu.
Gaji yang diterima selama 1 (satu) tahun atau 12 bulan adalah 12 X Rp. 1.500.000,- = Rp. 18.000.000,-.
Karena bekerja selama 1 (satu) tahun yang berarti 365 hari atau setara dengan 52 minggu, maka bila dia menerima gaji mingguan maka besarnya gaji yang diterima selama satu tahun adalah sebesar Rp. 19.500.000,- yaitu hasil perkalian dari lama bekerja 52 minggu X Rp. 375.000,-/minggu.
Bila keduanya diperbandingkan, maka ada selisih yang cukup besar. Sama besarnya dengan gaji sebulan. Betul, Rp. 1.500.000,-.
Kalau memang bagi Anda lebih mudah dimatematiskan, maka inilah perhitungannya :
Misalkan Gaji per-bulan : Rp. 1.500.000
Maka Gaji per-minggu : Rp.375 Ribu.
(Sebulan ada 4 Minggu, sehingga Rp 1.500.000 dibagi 4 = 375 ribu)
Dalam setahun ada 52 minggu (365 hari / 7 hari).
Gaji 1 tahun = 12 bulan x Rp1.500.000 = 18.000.000
Gaji 1 tahun = Gaji 52 minggu = 52 x 375 Ribu = 19.500.000
---------------------------------------------------------
Selisih = Rp 1.500.000
Selisih Rp. 1.500.000,- inilah yang dijadikan gaji ke-13.
Jadi, benarkan kalau gaji 13 memang merupakan hak setiap karyawan? Karena memang merupakan selisih dari gaji mingguan yang menjadi hak karyawan dengan gaji bulanan yang dibayarkan sesuai kebijakan.
Lantas bagaimana dengan nasib gaji 13 PNS yang cukup lama tidak dibayarkan? Bagaimana pun gaji ke-13 adalah karunia yang sangat berharga dan harus disyukuri.
Sangat berharga karena isyu selisih gaji yang selama ini hanya menjadi kajian dan diskusi ternyata akhirnya menjadi kebijakan tetap sekalipun harus menambah beban APBN yang tidak sedikit. Disyukuri sebagai karunia yang harus dimanfaatkan secara optimal sehingga mahalnya beban APBN ini benar-benar menjadi peringan beban karyawan.
Sementara bagi badan usaha atau perusahaan yang selama ini masih mengabaikan hal ini, maka perhitungan di atas kiranya dapat dijadikan pijakan untuk makin men-cengli-kan hak para karyawannya.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
MANAJEMEN KWALONAN
Ada yang bilang, “Teori tidak sama dengan praktek!”. Banyak yang menyangsikan ketidakakuran keduanya dengan bukti-bukti yang dijumpai dalam kehidupan. Tidak terbatas jumlah argumen yang membela anekdot ini.
Tetapi tidak semua setuju dengan pendapat tersebut. Bagi sebagian orang, hanya kebelum-menyambungan keduanya sajalah yang menyebabkan teori tidak sama dengan praktek. “Bahkah, teori dilahirkan sebagai kesimpulan dari berbagai praktek yang sudah diterapkan berulang-ulang sehingga mencapai satu kesamaan yang kontinyu.”
Terlepas dari kedua anggapan di atas, maka judul yang menjadi tulisan kali ini tentu merupakan barang asing. Tidak pernah dipelajari dalam teori di sekolah manajemen manapun dan tidak akan terdengar diterapkan oleh manager manapun!
Benarkah argumen terakhir di atas? Lebih mudah menguraikan manajemen kwalonan (kwalonan = beribu/bapak tiri) dan berbagai pengaruhnya ini lewat sebuah cerita sederhana.
Dalam perjalanan pulang dari lawatan ke Kota Pahlawan, dari gerbong eksekutif terlihat pemandangan indah tak terlupakan. Kami terlibat pembicaraan seru seputar birokrasi. Teman sekursi panjang itu dengan bangga menceritakan tentang kepemilikan kendaraan canggih di bagian tempat tugasnya.
“Kami sekarang mempunyai ambulan yang sangat canggih!”
“O, ya. Luar biasa tentunya.”
Dia pun bercerita banyak tentang ambulan yang luar biasa hebat peralatannya sehingga bagi sebuah kota berukuran sedang tempatnya bertugas, moda tersebut masih merupakan benda tercanggih.
“Lebih canggih daripada ambulans yang dimiliki Rumahsakit dan jajaran Dinas Kesehatan Kota kami!” Lanjutnya dengan bangga.
Berbagai keunggulan diceritakan mengundang decak kagum. Cerita keistimewaan ini juga yang menyebabkan dua kursi di depan sengaja dibalikkan sehingga kami berempat terlibat obrolan yang semakin seru. Obrolan tentang kecanggihan alat penanganan bencana yang diberikan oleh Menko Kesra kepada beberapa Kabupaten/Kota.
“Kendaraan bantuan seluruhnya ada dua, dua-duanya sangat canggih.”
Ketika decak kagum hampir mengeringkan kerongkongan, saya pun nyeletuk tentang merek dan warna kedua kendaraan. Lengkap dengan ciri-ciri fisik lainnya.
“Lho, kok Anda tahu?”
“Saya tentu jauh lebih tahu soal ini, termasuk mengapa kendaraan ini lebih canggih daripada ambulan rumahsakit manapun.”
Tanpa tedeng aling-aling, ambulan itu dianggap sangat canggih karena tidak semua peralatan dapat dimengerti oleh dokter manapun. Termasuk para doktor spesialis sekalipun.
“Hah ???” Mereka hampir serempak terperangah.
“Kecuali ...”
“Kecuali apa?” Sela mereka.
“Kecuali dokter spesialis hewan!”
“Hah ???” Lagi-lagi mereka keheranan.
Tentu saja peralatan yang ada di ambulan Elf ataupun Ford double cabin tidak semuanya dimengerti dengan baik oleh para dokter karena perlengkapan tersebut tidak lain adalah peralatan kedokteran hewan. Memang beberapa diantaranya sama, tetapi tidak sedikit yang sepesifik.
Salah satu diantaranya, spuit otomatis. Alat suntik dengan bentuk mendekati pistol ini bisa saja tidak asing bagi seorang dokter. Tetapi apakah dokter manusia akan menggunakannya? Tentu saja tidak, satu jarum suntik hanya untuk satu orang agar tidak terjadi penularan penyakit atau alasan lainnya.
Jadi spuit otomatis yang oleh tenaga terampil ini bisa digunakan untuk menyuntik 3.000-an (tiga ribuan) ekor ayam per-jam, tentu tidak akan digunakan seorang dokter menyuntik pasien. Dalam imunisasi massal sekalipun.
“Lantas, mengapa ini terjadi?”
Saya hanya menceritakan apa yang disampaikan seorang staf ahli Menko Kesra, yang juga galau tentang pemanfaatan mobil itu di daerah yang beraneka ragam.
“Ada kabupaten di luar jawa yang membongkar habis ambulans dan menyulapnya menjadi kendaraan operasional Satpol PP!”
Kami tertawa bersama. Memang sangat menggelikan, tetapi itu sudah menjadi kewenangan daerah yang diberi kendaraan. Apalagi peruntukkanya mengambang.
Staf ahli itu menjelaskan bahwa kedua kendaraan tersebut pada awalnya adalah merupakan usulan dari Departemen Pertanian untuk operasional penanganan Avian Inluenza atau flu burung pada unggas. Karena Menko Kesra adalah koordinator dari Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Flu Burung dan Pandemi Influenza, maka anggaran Departemen Pertanian ini pun akhirnya merupakan bagian yang dikoordinir oleh Menko Kesra.
Singkat cerita, pengadaan kendaraan operasional flu burung pun berjalan lancar. Kendala mulai menghadang ketika kendaraan akan didistribusikan. Seorang dokter hewan yang menjadi pejabat di Departemen Kesehatan berargumen sangat meyakinkan.
“Bapak Menko Kesra yang terhormat, seperti Bapak tahu bahwa Departemen Pertanian mempunyai seorang bapak. Bapak kandungnya bernama Menko Ekuin. Dengan demikian maka bapak Departemen Pertanian bukanlah Bapak Menko Kesra.” Kata-kata pembukaan ini tentu saja hanya rekaan penulis yang mencoba menerjemahkan bahasa tingkat tinggi menjadi bahsa rakyat yang mudah dicerna.
“Dengan kata lain, Menko Kesra mempunyai banyak anak, salah satunya Departemen Kesehatan tetapi bukan Departemen Pertanian. Oleh karena itu, kalau Bapak tidak mengakui kami sebagai anak kandung, maka kami adalah anak yatim yang tak berbapak!” Lagi-lagi kata-reka ini dibuat hanya untuk meyakinkan.
“Sekarang, Bapak Menko Kesra mau sayang pada anak kandung atau anak orang lain?”
Kalimat terakhir inilah yang menjadi skak-ster bagi pengambil kebijakan, yang pada akhirnya mengambil jalan tengah. Agar penggunaan kendaraan ini (tidak disebut sebagai kendaraan operasional khusus Avian Influenza/flu burung), diserahkanlah kepada Bupati/Walikota. Cap yang terpampang di kendaraan sungguh berbeda dengan maksud awal, tetapi menjadi kendaraan bantuan Menko Kesra untuk penanggulangan bencana di daerah.
Akibat ketidakjelasan penggunaan, apalagi riwayat dan asal-usulnya, maka berbagai daerah menyikapinya dengan memanfaatkannya kedua kendaraan baru itu sesuai dengan kepentingan masing-masing. Ada yang di Posko Bencana Alam, rumahsakit, Puskesmas, dan lain-lain termasuk yang diceritakan di atas, jadi kendaraan operasional Satpol PP!!!
Cerita di atas tentu akan sangat memudahkan kita memahami manajemen kwalonan, sebuah praktek manajemen yang membedakan fungsi dan peran serta hak dan kewajiban anggota tim sebagaimana anak kandung dan anak tiri.
Keduanya tentu sangat berbeda. Istilahnya, seperti bumi dan langit. Dalam hukum manajemen kwalonan, “Tidak pernah ada perbuatan dan perkataan anak tiri yang benar, sebaliknya anak kandung tidak pernah dan akan pernah melakukan kesalahan.”
Sekali lagi, tidak ada teori kwalonan di sekolah manajemen manapun dibahas. Tetapi, dimana-mana praktek seperti ini sangat sering saja terjadi. Mulai dari dalam rumahtangga, pergaulan bahkan lingkungan kantor yang semestinya dihiasi cara berpikir profesional sekalipun.
Dampak yang ditimbulkan sudah sangat jelas, sesuatu yang jelas menjadi tidak jelas, kabur bahkan hancur. Praktek tingkat tinggi di atas adalah salah satu bukti, kendaraan operasional yang sudah tentu anggaran dan peruntukannya saja pada akhirnya menjadi tidak jelas penggunaan bakunya, apalagi yang sudah abu-abu dari awal bisa-bisa tinggalah jadi abu!
Hidup memang penuh dengan pilihan, dua diantaranya yang sangat dekat dengan keseharian kita. Dua alternatif yang sangat ekstrim yaitu manajemen kwalonan untuk memudahkan tujuan mempertahankan status quo secara instant atau memperlakukan anggota tim sebagai individu yang mempunyai hak dan kewajiban secara proporsional untuk mencapai tujuan bersama.
Sebuah pilihan dapat dengan sangat mudah ditentukan tetapi akan teramat sulit untuk diterapkan secara secara konsekuen.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Tetapi tidak semua setuju dengan pendapat tersebut. Bagi sebagian orang, hanya kebelum-menyambungan keduanya sajalah yang menyebabkan teori tidak sama dengan praktek. “Bahkah, teori dilahirkan sebagai kesimpulan dari berbagai praktek yang sudah diterapkan berulang-ulang sehingga mencapai satu kesamaan yang kontinyu.”
Terlepas dari kedua anggapan di atas, maka judul yang menjadi tulisan kali ini tentu merupakan barang asing. Tidak pernah dipelajari dalam teori di sekolah manajemen manapun dan tidak akan terdengar diterapkan oleh manager manapun!
Benarkah argumen terakhir di atas? Lebih mudah menguraikan manajemen kwalonan (kwalonan = beribu/bapak tiri) dan berbagai pengaruhnya ini lewat sebuah cerita sederhana.
Dalam perjalanan pulang dari lawatan ke Kota Pahlawan, dari gerbong eksekutif terlihat pemandangan indah tak terlupakan. Kami terlibat pembicaraan seru seputar birokrasi. Teman sekursi panjang itu dengan bangga menceritakan tentang kepemilikan kendaraan canggih di bagian tempat tugasnya.
“Kami sekarang mempunyai ambulan yang sangat canggih!”
“O, ya. Luar biasa tentunya.”
Dia pun bercerita banyak tentang ambulan yang luar biasa hebat peralatannya sehingga bagi sebuah kota berukuran sedang tempatnya bertugas, moda tersebut masih merupakan benda tercanggih.
“Lebih canggih daripada ambulans yang dimiliki Rumahsakit dan jajaran Dinas Kesehatan Kota kami!” Lanjutnya dengan bangga.
Berbagai keunggulan diceritakan mengundang decak kagum. Cerita keistimewaan ini juga yang menyebabkan dua kursi di depan sengaja dibalikkan sehingga kami berempat terlibat obrolan yang semakin seru. Obrolan tentang kecanggihan alat penanganan bencana yang diberikan oleh Menko Kesra kepada beberapa Kabupaten/Kota.
“Kendaraan bantuan seluruhnya ada dua, dua-duanya sangat canggih.”
Ketika decak kagum hampir mengeringkan kerongkongan, saya pun nyeletuk tentang merek dan warna kedua kendaraan. Lengkap dengan ciri-ciri fisik lainnya.
“Lho, kok Anda tahu?”
“Saya tentu jauh lebih tahu soal ini, termasuk mengapa kendaraan ini lebih canggih daripada ambulan rumahsakit manapun.”
Tanpa tedeng aling-aling, ambulan itu dianggap sangat canggih karena tidak semua peralatan dapat dimengerti oleh dokter manapun. Termasuk para doktor spesialis sekalipun.
“Hah ???” Mereka hampir serempak terperangah.
“Kecuali ...”
“Kecuali apa?” Sela mereka.
“Kecuali dokter spesialis hewan!”
“Hah ???” Lagi-lagi mereka keheranan.
Tentu saja peralatan yang ada di ambulan Elf ataupun Ford double cabin tidak semuanya dimengerti dengan baik oleh para dokter karena perlengkapan tersebut tidak lain adalah peralatan kedokteran hewan. Memang beberapa diantaranya sama, tetapi tidak sedikit yang sepesifik.
Salah satu diantaranya, spuit otomatis. Alat suntik dengan bentuk mendekati pistol ini bisa saja tidak asing bagi seorang dokter. Tetapi apakah dokter manusia akan menggunakannya? Tentu saja tidak, satu jarum suntik hanya untuk satu orang agar tidak terjadi penularan penyakit atau alasan lainnya.
Jadi spuit otomatis yang oleh tenaga terampil ini bisa digunakan untuk menyuntik 3.000-an (tiga ribuan) ekor ayam per-jam, tentu tidak akan digunakan seorang dokter menyuntik pasien. Dalam imunisasi massal sekalipun.
“Lantas, mengapa ini terjadi?”
Saya hanya menceritakan apa yang disampaikan seorang staf ahli Menko Kesra, yang juga galau tentang pemanfaatan mobil itu di daerah yang beraneka ragam.
“Ada kabupaten di luar jawa yang membongkar habis ambulans dan menyulapnya menjadi kendaraan operasional Satpol PP!”
Kami tertawa bersama. Memang sangat menggelikan, tetapi itu sudah menjadi kewenangan daerah yang diberi kendaraan. Apalagi peruntukkanya mengambang.
Staf ahli itu menjelaskan bahwa kedua kendaraan tersebut pada awalnya adalah merupakan usulan dari Departemen Pertanian untuk operasional penanganan Avian Inluenza atau flu burung pada unggas. Karena Menko Kesra adalah koordinator dari Tim Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Flu Burung dan Pandemi Influenza, maka anggaran Departemen Pertanian ini pun akhirnya merupakan bagian yang dikoordinir oleh Menko Kesra.
Singkat cerita, pengadaan kendaraan operasional flu burung pun berjalan lancar. Kendala mulai menghadang ketika kendaraan akan didistribusikan. Seorang dokter hewan yang menjadi pejabat di Departemen Kesehatan berargumen sangat meyakinkan.
“Bapak Menko Kesra yang terhormat, seperti Bapak tahu bahwa Departemen Pertanian mempunyai seorang bapak. Bapak kandungnya bernama Menko Ekuin. Dengan demikian maka bapak Departemen Pertanian bukanlah Bapak Menko Kesra.” Kata-kata pembukaan ini tentu saja hanya rekaan penulis yang mencoba menerjemahkan bahasa tingkat tinggi menjadi bahsa rakyat yang mudah dicerna.
“Dengan kata lain, Menko Kesra mempunyai banyak anak, salah satunya Departemen Kesehatan tetapi bukan Departemen Pertanian. Oleh karena itu, kalau Bapak tidak mengakui kami sebagai anak kandung, maka kami adalah anak yatim yang tak berbapak!” Lagi-lagi kata-reka ini dibuat hanya untuk meyakinkan.
“Sekarang, Bapak Menko Kesra mau sayang pada anak kandung atau anak orang lain?”
Kalimat terakhir inilah yang menjadi skak-ster bagi pengambil kebijakan, yang pada akhirnya mengambil jalan tengah. Agar penggunaan kendaraan ini (tidak disebut sebagai kendaraan operasional khusus Avian Influenza/flu burung), diserahkanlah kepada Bupati/Walikota. Cap yang terpampang di kendaraan sungguh berbeda dengan maksud awal, tetapi menjadi kendaraan bantuan Menko Kesra untuk penanggulangan bencana di daerah.
Akibat ketidakjelasan penggunaan, apalagi riwayat dan asal-usulnya, maka berbagai daerah menyikapinya dengan memanfaatkannya kedua kendaraan baru itu sesuai dengan kepentingan masing-masing. Ada yang di Posko Bencana Alam, rumahsakit, Puskesmas, dan lain-lain termasuk yang diceritakan di atas, jadi kendaraan operasional Satpol PP!!!
Cerita di atas tentu akan sangat memudahkan kita memahami manajemen kwalonan, sebuah praktek manajemen yang membedakan fungsi dan peran serta hak dan kewajiban anggota tim sebagaimana anak kandung dan anak tiri.
Keduanya tentu sangat berbeda. Istilahnya, seperti bumi dan langit. Dalam hukum manajemen kwalonan, “Tidak pernah ada perbuatan dan perkataan anak tiri yang benar, sebaliknya anak kandung tidak pernah dan akan pernah melakukan kesalahan.”
Sekali lagi, tidak ada teori kwalonan di sekolah manajemen manapun dibahas. Tetapi, dimana-mana praktek seperti ini sangat sering saja terjadi. Mulai dari dalam rumahtangga, pergaulan bahkan lingkungan kantor yang semestinya dihiasi cara berpikir profesional sekalipun.
Dampak yang ditimbulkan sudah sangat jelas, sesuatu yang jelas menjadi tidak jelas, kabur bahkan hancur. Praktek tingkat tinggi di atas adalah salah satu bukti, kendaraan operasional yang sudah tentu anggaran dan peruntukannya saja pada akhirnya menjadi tidak jelas penggunaan bakunya, apalagi yang sudah abu-abu dari awal bisa-bisa tinggalah jadi abu!
Hidup memang penuh dengan pilihan, dua diantaranya yang sangat dekat dengan keseharian kita. Dua alternatif yang sangat ekstrim yaitu manajemen kwalonan untuk memudahkan tujuan mempertahankan status quo secara instant atau memperlakukan anggota tim sebagai individu yang mempunyai hak dan kewajiban secara proporsional untuk mencapai tujuan bersama.
Sebuah pilihan dapat dengan sangat mudah ditentukan tetapi akan teramat sulit untuk diterapkan secara secara konsekuen.
PESAN SPONSOR======================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Rabu, 05 Mei 2010
PERLUKAH PERATURAN TENTANG USAHA JASA LAYANAN AKSES INTERNET ?
“Saya menyesal memilih pindah ke pos,” Keluh seorang pegawai PT Pos, “Dulu kami adalah yang terbaik, sekarang malah terpuruk !”
Keluhan itu terjadi tahun 1990-an awal dari seorang pegawai pos yang sudah mau memasuki masa pension. Seperti diketahui sebelumnya pos dan telekomunikasi bersatu dalam Postel, dan menurut beliau, karena pos dan giro merupakan usaha yang sangat potensial maka pegawai terbaik dikerahkan untuk usaha yang satu ini. Dengan kata lain, jasa telekomunikasi hanya dilayani oleh orang-orang buangan.
Masa jaya pos dan giro berlangsung cukup lama sebelum akhirnya waktu membalik roda pedati, munculnya pemanfaatan teknologi serat optic di bidang telekomunikasi mengubah segalanya. Hubungan antar daerah menjadi sangat mudah dan murah, tidak perlu lagi repot ke kantor pos dan menunggu berhari-hari untuk sebuah jawaban.
“Orang-orang buangan” yang semula hanya diibaratkan sebagai tukang puter ongkel telepon tiba-tiba harus beradaptasi dengan teknologi yang serba memudahkan itu. Mereka yang tidak mampu menyesuaikan memang tersingkir, tetapi dalam posisi terhormat, dalam keadaan usaha yang sangat sehat maka kepergian mereka diiringi berbagai fasilitas dan penghornatan yang luar biasa.
SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) dan SLI (Sambungan Langsung Internasional) yang di-oligopoli oleh dua perusahaan negara PT Telkom dan PT Indosat (saat belum dijual) bukan hanya menjadikan hubungan semakin mudah dan murah tetapi juga telah menumbuhkan munculnya usaha baru. Warung Telekomunikasi (Wartel) bermunculan dimana-mana.
Usaha jasa layanan telekomunikasi ini begitu menggiurkan, berbagai kreativitas anak negeri pun turut mewarnai. Ketika usaha resmi terasa kurang menguntungkan maka banyak alternative fasilitas lain ditawarkan, telepon rumah pun dengan mudah disulap menjadi usaha bisnis yang menggiurkan. Bahkan usaha ini menjadi begitu terbuka termasuk bagi mereka yang belum tersentuh kabel telepon PT Telkom sekalipun.
Namun hal ini tidak berlangsung lama, perkembangan teknologi baru telah membuat komunikasi jarak jauh dapat dilakukan di setiap langkah. Telepon tanpa kabel yang semula sangat mahal tiba-tiba berangsur melengserkan harga seiring perkembangan teknologi tersebut yang semakin maju. PT Telkom tidak dapat menahan serangan beruntun dari berbagai usaha baru yang dimotori oleh anak perusahaannya sendiri (PT Telokomsel) ini. Alat komunikasi itu ada dan wajar ada di setiap genggaman manusia. Komunikasi dapat dilakukan setiap saat.
Kehadiran hand-phone (HP) bukan hanya membiaskan peluang sukses yang telah dirintis PT Telkom tetapi juga membabat habis usaha radio panggil yang semula menjadi pilihan dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi bagi para mobiler. PT Pos ? Tidak banyak lagi kartu lebaran, kartu natal dan ucapan selamat lainnya di kantor pos. Demikian juga Warung Telekomunikasi berangsur hilang populeritasnya, tinggal box-box tempat bicara yang sama sekali tidak digunakan lagi.
Kemajuan di teknologi telepon kantong terus melaju, bukan sekedar alat bicara dan tukar informasi tertulis semata. Banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan di genggaman, termasuk dalam mengakses informasi yang beredar di jagat raya. Browsing internet dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.
Sekalipun berbagai operator saling perang teknologi untuk memudahkan dan memurahkan akses internet bagi pelanggannya tetapi upaya ini tetap saja mempunyai satu keterbatasan, kurang lebar layarnya ! Sehingga Warung Internat (Warnet) yang semula tumbuhnya sangat perlahan tiba-tiba menjadi pilihan usaha baru. Perkembangan teknologi baru membuat biaya produksi sangat jauh berkurang.
Peluang usaha ini menjadi pilihan saat ini dan terus berkembang seiring tingginya minat masyarakat untuk mengakses informasi global. Penyebarannya sedemikian cepat merambah setiap sisi kehidupan masyarakat. Peluang untuk membuka usaha jasa akses internet semakin menantang seiring banyaknya kreasi yang memungkinkan akses internet semakin mudah dan murah. Kehadiran Warung Internet telah mendekatkan masyarakat ke suasana kehiidupan dunia yang makin tanpa batas.
Di Indramayu pun terjadi hal yang sama, pada akhir tahun 2000-an masih dapat dihitung dengan jari kemudian begitu cepat tumbuh dan berkembang. Di setiap lini kehidupan masyarakat jasa ini terbuka lebar melayani kebutuhan masyarakat yang makin haus informasi. Perkembangannya bahkan menggeser usaha jasa sewa video game yang sebelumnya sempat tumbuh menjamur. Karena internet pun menyediakan permainan yang jauh lebih menantang, banyak pilihan dan lebih hidup.
Setiap teknologi baru lahir selalu ada dampaknya, paling tidak adalah terkuburnya pemanfaatan teknologi sejenis yang lama yang tergantikan olehnya. Dalam kehidupan bermasyarakat maka penggunaan teknologi tidak selalu berdampak positif, selalu ada ekses negative yang menyertainya. Itulah perlunya rambu-rambu yang membatasi agar apa yang dilakukan tidak menjadi keterlaluan.
Upaya yang dilakukan sebuah kementrian di negeri ini pernah memblokir situs yang sesungguhnya sangat diperlukan para peminat informasi bukanlah tindakan bijak. Ibarat membunuh tikus dengan membakar gudangnya. Gudang terbakar habis dan isinya hangus tak bersisa. Sementara itu, tak jauh dari gudang tikus bersorak ria menyaksikan kobaran api yang melumatkan segalanya.
Berbagai alasan yang dikemukakan sangatlah tidak berdasar, apalagi hanya sekedar alasan biang pornografi dan porno aksi. Masih terlalu banyak tontonan dan dunia nyata di negeri ini yang lebih mendekatkan warganya ke dua sisi kepornoan itu. Mereka aman-aman saja. Padahal jelas-jelas, jasa yang dipersembahkan hanya satu, kepornoan.
Ketika YouTube diblokir maka para hacker negeri ini beraksi, bukan hanya akses ke situs yang diharamkan itu saja yang dijebol tetapi juga situs lain yang sesungguhnya jauh dari kepornoan. Berbagai tulisan dan gambar porno tampil di berbagai situs resmi pemerintah ataupun media-pemberitaan. Tentu bukan kesalahan redaksi tetapi merupakan rangkaian bentuk ketidakpuasan atas tindakan yang tidak popular itu.
Oleh karena itu, tindakan yang sangat memalukan harga diri bangsa ini tidak perlu terulang kembali baik di tingkatan nasional ataupun daerah. Akses informasi tidak boleh dibatasi tetapi pengaksesnyalah yang harus diarahkan sehingga mereka bisa menyaring dan hanya mengakses informasi sesuai dengan kebutuhan.
Di era menjamurnya Warung Internet ini maka upaya pengarahan pola pikir masyarakat untuk mengakses informasi yang diperlukan akan sangat terbantu jika Warung Internet melakukan upaya tersebut kepada pelanggannya. Sebab, sebagaimana dikemukakan dimuka bahwa peran mereka tidak sedikit sekalipun secara nyata hampir semua pemilik hand-phone dapat mengakses internet dari benda di genggamannya.
Oleh karena itu perlu ada aturan diberlakukan untuk menghindari berbagai tindakan yang sesungguhnya merugikan pengguna internet itu sendiri. Bukan menutup atau membatasi berkembangnya usaha masyarakat yang sangat menantang ini tetapi memberi arah yang terbaik baik bagi pelaku usaha tersebut ataupun pelanggannya.
Keberadaan aturan seperti ini tidak sama dengan adegium “Membunuh tikus dengan membakar gudangnya.” Justeru sebaliknya, untuk menghindarkan terjadinya kejadian yang menggelikan itu. Ibaratnya, hanya membunuh tikus tanpa merusak lembaga yang ada. Bahkan membebaskan gudang yang menaunginya itu dari berbagai hama lain yang merugikan sehingga gudang dan seisinya aman dari berbagai gangguan.
Aturan ini membuka mata bagi pengusaha bahwa masih banyak peluang untuk memperoleh rezeki yang Tuhan Maha Kaya sebar sambil beribadah. Keuntungan financial didapat, demikian juga tumpukan amal. Sementara para pelanggan pun sudah semestinya berterimakasih bahwa di era padat informasi ini maka informasi yang menyangkut di pancingnya adalah informasi yang terbaik bagi diri dan keluarga serta kehidupannya.
PESAN SPONSOR=====================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Keluhan itu terjadi tahun 1990-an awal dari seorang pegawai pos yang sudah mau memasuki masa pension. Seperti diketahui sebelumnya pos dan telekomunikasi bersatu dalam Postel, dan menurut beliau, karena pos dan giro merupakan usaha yang sangat potensial maka pegawai terbaik dikerahkan untuk usaha yang satu ini. Dengan kata lain, jasa telekomunikasi hanya dilayani oleh orang-orang buangan.
Masa jaya pos dan giro berlangsung cukup lama sebelum akhirnya waktu membalik roda pedati, munculnya pemanfaatan teknologi serat optic di bidang telekomunikasi mengubah segalanya. Hubungan antar daerah menjadi sangat mudah dan murah, tidak perlu lagi repot ke kantor pos dan menunggu berhari-hari untuk sebuah jawaban.
“Orang-orang buangan” yang semula hanya diibaratkan sebagai tukang puter ongkel telepon tiba-tiba harus beradaptasi dengan teknologi yang serba memudahkan itu. Mereka yang tidak mampu menyesuaikan memang tersingkir, tetapi dalam posisi terhormat, dalam keadaan usaha yang sangat sehat maka kepergian mereka diiringi berbagai fasilitas dan penghornatan yang luar biasa.
SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) dan SLI (Sambungan Langsung Internasional) yang di-oligopoli oleh dua perusahaan negara PT Telkom dan PT Indosat (saat belum dijual) bukan hanya menjadikan hubungan semakin mudah dan murah tetapi juga telah menumbuhkan munculnya usaha baru. Warung Telekomunikasi (Wartel) bermunculan dimana-mana.
Usaha jasa layanan telekomunikasi ini begitu menggiurkan, berbagai kreativitas anak negeri pun turut mewarnai. Ketika usaha resmi terasa kurang menguntungkan maka banyak alternative fasilitas lain ditawarkan, telepon rumah pun dengan mudah disulap menjadi usaha bisnis yang menggiurkan. Bahkan usaha ini menjadi begitu terbuka termasuk bagi mereka yang belum tersentuh kabel telepon PT Telkom sekalipun.
Namun hal ini tidak berlangsung lama, perkembangan teknologi baru telah membuat komunikasi jarak jauh dapat dilakukan di setiap langkah. Telepon tanpa kabel yang semula sangat mahal tiba-tiba berangsur melengserkan harga seiring perkembangan teknologi tersebut yang semakin maju. PT Telkom tidak dapat menahan serangan beruntun dari berbagai usaha baru yang dimotori oleh anak perusahaannya sendiri (PT Telokomsel) ini. Alat komunikasi itu ada dan wajar ada di setiap genggaman manusia. Komunikasi dapat dilakukan setiap saat.
Kehadiran hand-phone (HP) bukan hanya membiaskan peluang sukses yang telah dirintis PT Telkom tetapi juga membabat habis usaha radio panggil yang semula menjadi pilihan dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi bagi para mobiler. PT Pos ? Tidak banyak lagi kartu lebaran, kartu natal dan ucapan selamat lainnya di kantor pos. Demikian juga Warung Telekomunikasi berangsur hilang populeritasnya, tinggal box-box tempat bicara yang sama sekali tidak digunakan lagi.
Kemajuan di teknologi telepon kantong terus melaju, bukan sekedar alat bicara dan tukar informasi tertulis semata. Banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan di genggaman, termasuk dalam mengakses informasi yang beredar di jagat raya. Browsing internet dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.
Sekalipun berbagai operator saling perang teknologi untuk memudahkan dan memurahkan akses internet bagi pelanggannya tetapi upaya ini tetap saja mempunyai satu keterbatasan, kurang lebar layarnya ! Sehingga Warung Internat (Warnet) yang semula tumbuhnya sangat perlahan tiba-tiba menjadi pilihan usaha baru. Perkembangan teknologi baru membuat biaya produksi sangat jauh berkurang.
Peluang usaha ini menjadi pilihan saat ini dan terus berkembang seiring tingginya minat masyarakat untuk mengakses informasi global. Penyebarannya sedemikian cepat merambah setiap sisi kehidupan masyarakat. Peluang untuk membuka usaha jasa akses internet semakin menantang seiring banyaknya kreasi yang memungkinkan akses internet semakin mudah dan murah. Kehadiran Warung Internet telah mendekatkan masyarakat ke suasana kehiidupan dunia yang makin tanpa batas.
Di Indramayu pun terjadi hal yang sama, pada akhir tahun 2000-an masih dapat dihitung dengan jari kemudian begitu cepat tumbuh dan berkembang. Di setiap lini kehidupan masyarakat jasa ini terbuka lebar melayani kebutuhan masyarakat yang makin haus informasi. Perkembangannya bahkan menggeser usaha jasa sewa video game yang sebelumnya sempat tumbuh menjamur. Karena internet pun menyediakan permainan yang jauh lebih menantang, banyak pilihan dan lebih hidup.
Setiap teknologi baru lahir selalu ada dampaknya, paling tidak adalah terkuburnya pemanfaatan teknologi sejenis yang lama yang tergantikan olehnya. Dalam kehidupan bermasyarakat maka penggunaan teknologi tidak selalu berdampak positif, selalu ada ekses negative yang menyertainya. Itulah perlunya rambu-rambu yang membatasi agar apa yang dilakukan tidak menjadi keterlaluan.
Upaya yang dilakukan sebuah kementrian di negeri ini pernah memblokir situs yang sesungguhnya sangat diperlukan para peminat informasi bukanlah tindakan bijak. Ibarat membunuh tikus dengan membakar gudangnya. Gudang terbakar habis dan isinya hangus tak bersisa. Sementara itu, tak jauh dari gudang tikus bersorak ria menyaksikan kobaran api yang melumatkan segalanya.
Berbagai alasan yang dikemukakan sangatlah tidak berdasar, apalagi hanya sekedar alasan biang pornografi dan porno aksi. Masih terlalu banyak tontonan dan dunia nyata di negeri ini yang lebih mendekatkan warganya ke dua sisi kepornoan itu. Mereka aman-aman saja. Padahal jelas-jelas, jasa yang dipersembahkan hanya satu, kepornoan.
Ketika YouTube diblokir maka para hacker negeri ini beraksi, bukan hanya akses ke situs yang diharamkan itu saja yang dijebol tetapi juga situs lain yang sesungguhnya jauh dari kepornoan. Berbagai tulisan dan gambar porno tampil di berbagai situs resmi pemerintah ataupun media-pemberitaan. Tentu bukan kesalahan redaksi tetapi merupakan rangkaian bentuk ketidakpuasan atas tindakan yang tidak popular itu.
Oleh karena itu, tindakan yang sangat memalukan harga diri bangsa ini tidak perlu terulang kembali baik di tingkatan nasional ataupun daerah. Akses informasi tidak boleh dibatasi tetapi pengaksesnyalah yang harus diarahkan sehingga mereka bisa menyaring dan hanya mengakses informasi sesuai dengan kebutuhan.
Di era menjamurnya Warung Internet ini maka upaya pengarahan pola pikir masyarakat untuk mengakses informasi yang diperlukan akan sangat terbantu jika Warung Internet melakukan upaya tersebut kepada pelanggannya. Sebab, sebagaimana dikemukakan dimuka bahwa peran mereka tidak sedikit sekalipun secara nyata hampir semua pemilik hand-phone dapat mengakses internet dari benda di genggamannya.
Oleh karena itu perlu ada aturan diberlakukan untuk menghindari berbagai tindakan yang sesungguhnya merugikan pengguna internet itu sendiri. Bukan menutup atau membatasi berkembangnya usaha masyarakat yang sangat menantang ini tetapi memberi arah yang terbaik baik bagi pelaku usaha tersebut ataupun pelanggannya.
Keberadaan aturan seperti ini tidak sama dengan adegium “Membunuh tikus dengan membakar gudangnya.” Justeru sebaliknya, untuk menghindarkan terjadinya kejadian yang menggelikan itu. Ibaratnya, hanya membunuh tikus tanpa merusak lembaga yang ada. Bahkan membebaskan gudang yang menaunginya itu dari berbagai hama lain yang merugikan sehingga gudang dan seisinya aman dari berbagai gangguan.
Aturan ini membuka mata bagi pengusaha bahwa masih banyak peluang untuk memperoleh rezeki yang Tuhan Maha Kaya sebar sambil beribadah. Keuntungan financial didapat, demikian juga tumpukan amal. Sementara para pelanggan pun sudah semestinya berterimakasih bahwa di era padat informasi ini maka informasi yang menyangkut di pancingnya adalah informasi yang terbaik bagi diri dan keluarga serta kehidupannya.
PESAN SPONSOR=====================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
SEGUDANG CERITA
Segudang cerita, untuk menampung kegelisahan ide yang tidak sreg untuk disatukan ke dalam blog yang sudah saya terbitkan sebelumnya :
www.segudang-cerita-tua.blogspot.com dan www.teluh.blogspot.com
Sekedar cerita, mudah-mudahan berguna. Paling tidak buat saya pribadi ....
PESAN SPONSOR=====================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
www.segudang-cerita-tua.blogspot.com dan www.teluh.blogspot.com
Sekedar cerita, mudah-mudahan berguna. Paling tidak buat saya pribadi ....
PESAN SPONSOR=====================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Langganan:
Komentar (Atom)