“Saya menyesal memilih pindah ke pos,” Keluh seorang pegawai PT Pos, “Dulu kami adalah yang terbaik, sekarang malah terpuruk !”
Keluhan itu terjadi tahun 1990-an awal dari seorang pegawai pos yang sudah mau memasuki masa pension. Seperti diketahui sebelumnya pos dan telekomunikasi bersatu dalam Postel, dan menurut beliau, karena pos dan giro merupakan usaha yang sangat potensial maka pegawai terbaik dikerahkan untuk usaha yang satu ini. Dengan kata lain, jasa telekomunikasi hanya dilayani oleh orang-orang buangan.
Masa jaya pos dan giro berlangsung cukup lama sebelum akhirnya waktu membalik roda pedati, munculnya pemanfaatan teknologi serat optic di bidang telekomunikasi mengubah segalanya. Hubungan antar daerah menjadi sangat mudah dan murah, tidak perlu lagi repot ke kantor pos dan menunggu berhari-hari untuk sebuah jawaban.
“Orang-orang buangan” yang semula hanya diibaratkan sebagai tukang puter ongkel telepon tiba-tiba harus beradaptasi dengan teknologi yang serba memudahkan itu. Mereka yang tidak mampu menyesuaikan memang tersingkir, tetapi dalam posisi terhormat, dalam keadaan usaha yang sangat sehat maka kepergian mereka diiringi berbagai fasilitas dan penghornatan yang luar biasa.
SLJJ (Sambungan Langsung Jarak Jauh) dan SLI (Sambungan Langsung Internasional) yang di-oligopoli oleh dua perusahaan negara PT Telkom dan PT Indosat (saat belum dijual) bukan hanya menjadikan hubungan semakin mudah dan murah tetapi juga telah menumbuhkan munculnya usaha baru. Warung Telekomunikasi (Wartel) bermunculan dimana-mana.
Usaha jasa layanan telekomunikasi ini begitu menggiurkan, berbagai kreativitas anak negeri pun turut mewarnai. Ketika usaha resmi terasa kurang menguntungkan maka banyak alternative fasilitas lain ditawarkan, telepon rumah pun dengan mudah disulap menjadi usaha bisnis yang menggiurkan. Bahkan usaha ini menjadi begitu terbuka termasuk bagi mereka yang belum tersentuh kabel telepon PT Telkom sekalipun.
Namun hal ini tidak berlangsung lama, perkembangan teknologi baru telah membuat komunikasi jarak jauh dapat dilakukan di setiap langkah. Telepon tanpa kabel yang semula sangat mahal tiba-tiba berangsur melengserkan harga seiring perkembangan teknologi tersebut yang semakin maju. PT Telkom tidak dapat menahan serangan beruntun dari berbagai usaha baru yang dimotori oleh anak perusahaannya sendiri (PT Telokomsel) ini. Alat komunikasi itu ada dan wajar ada di setiap genggaman manusia. Komunikasi dapat dilakukan setiap saat.
Kehadiran hand-phone (HP) bukan hanya membiaskan peluang sukses yang telah dirintis PT Telkom tetapi juga membabat habis usaha radio panggil yang semula menjadi pilihan dalam mengatasi kesulitan berkomunikasi bagi para mobiler. PT Pos ? Tidak banyak lagi kartu lebaran, kartu natal dan ucapan selamat lainnya di kantor pos. Demikian juga Warung Telekomunikasi berangsur hilang populeritasnya, tinggal box-box tempat bicara yang sama sekali tidak digunakan lagi.
Kemajuan di teknologi telepon kantong terus melaju, bukan sekedar alat bicara dan tukar informasi tertulis semata. Banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan di genggaman, termasuk dalam mengakses informasi yang beredar di jagat raya. Browsing internet dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja.
Sekalipun berbagai operator saling perang teknologi untuk memudahkan dan memurahkan akses internet bagi pelanggannya tetapi upaya ini tetap saja mempunyai satu keterbatasan, kurang lebar layarnya ! Sehingga Warung Internat (Warnet) yang semula tumbuhnya sangat perlahan tiba-tiba menjadi pilihan usaha baru. Perkembangan teknologi baru membuat biaya produksi sangat jauh berkurang.
Peluang usaha ini menjadi pilihan saat ini dan terus berkembang seiring tingginya minat masyarakat untuk mengakses informasi global. Penyebarannya sedemikian cepat merambah setiap sisi kehidupan masyarakat. Peluang untuk membuka usaha jasa akses internet semakin menantang seiring banyaknya kreasi yang memungkinkan akses internet semakin mudah dan murah. Kehadiran Warung Internet telah mendekatkan masyarakat ke suasana kehiidupan dunia yang makin tanpa batas.
Di Indramayu pun terjadi hal yang sama, pada akhir tahun 2000-an masih dapat dihitung dengan jari kemudian begitu cepat tumbuh dan berkembang. Di setiap lini kehidupan masyarakat jasa ini terbuka lebar melayani kebutuhan masyarakat yang makin haus informasi. Perkembangannya bahkan menggeser usaha jasa sewa video game yang sebelumnya sempat tumbuh menjamur. Karena internet pun menyediakan permainan yang jauh lebih menantang, banyak pilihan dan lebih hidup.
Setiap teknologi baru lahir selalu ada dampaknya, paling tidak adalah terkuburnya pemanfaatan teknologi sejenis yang lama yang tergantikan olehnya. Dalam kehidupan bermasyarakat maka penggunaan teknologi tidak selalu berdampak positif, selalu ada ekses negative yang menyertainya. Itulah perlunya rambu-rambu yang membatasi agar apa yang dilakukan tidak menjadi keterlaluan.
Upaya yang dilakukan sebuah kementrian di negeri ini pernah memblokir situs yang sesungguhnya sangat diperlukan para peminat informasi bukanlah tindakan bijak. Ibarat membunuh tikus dengan membakar gudangnya. Gudang terbakar habis dan isinya hangus tak bersisa. Sementara itu, tak jauh dari gudang tikus bersorak ria menyaksikan kobaran api yang melumatkan segalanya.
Berbagai alasan yang dikemukakan sangatlah tidak berdasar, apalagi hanya sekedar alasan biang pornografi dan porno aksi. Masih terlalu banyak tontonan dan dunia nyata di negeri ini yang lebih mendekatkan warganya ke dua sisi kepornoan itu. Mereka aman-aman saja. Padahal jelas-jelas, jasa yang dipersembahkan hanya satu, kepornoan.
Ketika YouTube diblokir maka para hacker negeri ini beraksi, bukan hanya akses ke situs yang diharamkan itu saja yang dijebol tetapi juga situs lain yang sesungguhnya jauh dari kepornoan. Berbagai tulisan dan gambar porno tampil di berbagai situs resmi pemerintah ataupun media-pemberitaan. Tentu bukan kesalahan redaksi tetapi merupakan rangkaian bentuk ketidakpuasan atas tindakan yang tidak popular itu.
Oleh karena itu, tindakan yang sangat memalukan harga diri bangsa ini tidak perlu terulang kembali baik di tingkatan nasional ataupun daerah. Akses informasi tidak boleh dibatasi tetapi pengaksesnyalah yang harus diarahkan sehingga mereka bisa menyaring dan hanya mengakses informasi sesuai dengan kebutuhan.
Di era menjamurnya Warung Internet ini maka upaya pengarahan pola pikir masyarakat untuk mengakses informasi yang diperlukan akan sangat terbantu jika Warung Internet melakukan upaya tersebut kepada pelanggannya. Sebab, sebagaimana dikemukakan dimuka bahwa peran mereka tidak sedikit sekalipun secara nyata hampir semua pemilik hand-phone dapat mengakses internet dari benda di genggamannya.
Oleh karena itu perlu ada aturan diberlakukan untuk menghindari berbagai tindakan yang sesungguhnya merugikan pengguna internet itu sendiri. Bukan menutup atau membatasi berkembangnya usaha masyarakat yang sangat menantang ini tetapi memberi arah yang terbaik baik bagi pelaku usaha tersebut ataupun pelanggannya.
Keberadaan aturan seperti ini tidak sama dengan adegium “Membunuh tikus dengan membakar gudangnya.” Justeru sebaliknya, untuk menghindarkan terjadinya kejadian yang menggelikan itu. Ibaratnya, hanya membunuh tikus tanpa merusak lembaga yang ada. Bahkan membebaskan gudang yang menaunginya itu dari berbagai hama lain yang merugikan sehingga gudang dan seisinya aman dari berbagai gangguan.
Aturan ini membuka mata bagi pengusaha bahwa masih banyak peluang untuk memperoleh rezeki yang Tuhan Maha Kaya sebar sambil beribadah. Keuntungan financial didapat, demikian juga tumpukan amal. Sementara para pelanggan pun sudah semestinya berterimakasih bahwa di era padat informasi ini maka informasi yang menyangkut di pancingnya adalah informasi yang terbaik bagi diri dan keluarga serta kehidupannya.
PESAN SPONSOR=====================================================
Banyak tawaran meraup penghasilan dari internet,
gratis awalnya tetapi ujung-ujungnya bayar juga karena memang
mereka jualan barang atau jasa.
Tetapi untuk yang satu ini benar-benar GRATIS, makanya saya gabung.
Silakan buktikan sendiri dengan mengklik :
http://www.tantangan50juta.com/?r=dinoto
========================================================TERIMAKASIH
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar